Tak Ditanggung BPJS, Korban Bacok Harus Bayar ke RSUZA Rp 17,8 Juta

Seorang warga Gampong Panteriek, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh bernama Yusri (37) yang menjadi korban

Tak Ditanggung BPJS, Korban Bacok Harus Bayar ke RSUZA Rp 17,8 Juta
id.wikipedia

BANDA ACEH – Seorang warga Gampong Panteriek, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh bernama Yusri (37) yang menjadi korban pembacokan diharuskan membayar biaya pengobatan dan perawatan di RSUZA Banda Aceh sebesar Rp 17,8 juta karena sesuai peraturan terbaru BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan korban tindak kriminal dan penganiayaan.

Kasus yang menimpa Yusri ditanggapi oleh Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) Wilayah Aceh, dr Purnama Setia Budi SpOG dengan menandaskan peraturan baru yang menjadi pegangan BPJS Kesehatan yaitu Perpres 82 Tahun 2018 bukan berarti menghilangkan hak-hak warga negara untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

Menurut laporan, Yusri dirawat di RSUZA Banda Aceh selama lima hari setelah menjalani operasi untuk penyembuhan luka bacok yang sangat lebar di kakinya.

Munjir, adik korban kepada Serambi mengatakan, setelah operasi dan dirawat, akhirnya pada Senin (10/12) dokter memperbolehkan Yusri pulang. Namun keluarga korban terkejut ketika petugas rumah sakit mengatakan semua biaya pengobatan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Karena belum mampu membayar tagihan, makanya sampai Selasa kemarin pasien masih di rumah sakit. “Kami masih menunggu solusi, mungkin ada keringanan, kalau memang tidak ada solusi terpaksa menjual apa yang bisa dijual untuk bayar biaya berobat,” ujar Munjir.

Menurut Munjir, biaya pengobatan yang ditagih mencapai Rp 17,8 juta termasuk biaya operasi, obat, perawatan, hingga kamar inap. Biaya operasi menjadi salah satu item tagihan terbesar mencapai Rp 13 juta.

Pihak keluarga sempat berbicara dengan manajemen RSUZA dan mendatangi Kantor BPJS Kesehatan untuk meminta keringanan dan solusi. Namun kedua pihak tetap kukuh tidak bisa menanggung atau memberi keringanan, karena mereka berpegang pada aturan terbaru bahwa korban kriminal atau penganiayaan tidak lagi ditanggung BPJS Kesehatan.

Kasus pembacokan terhadap Yusri terjadi Kamis ((7/12) malam sekitar pukul 23.50 WIB di Gampong Panterik. Hingga saat ini pelaku belum ditemukan dan keluarga sudah melaporkan kasus itu ke Polsek Luengbata.

Humas RSUZA, Rahmadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke petugas dan memang ada aturan terbaru bahwa pasien kriminal, dan penganiayaan tidak lagi ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sehingga saat ini tidak ada solusi lain, selain mebayar dengan biaya pribadi.

Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Aceh, Maryadi Usman mengatakan, dalam membayar klaim asuransi mereka hanya berpegang pada aturan terbaru yaitu Perpres 82 Tahun 2018 yang menyatakan korban penganiayaan, kekerasan seksual, perdagangan manusia, hingga terorisme tidak lagi ditanggung BPJS Kesehatan. Sehingga terhadap korban pembacokan tersebut mereka tidak bisa menanggung. Menurutnya, aturan terbaru tersebut sudah mulai diberlakukan sejak September 2018.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved