Warga Harap Pembangunan Jembatan Dah

Ribuan masyarakat berharap Pemko Subulussalam memprioritaskan pembangunan jembatan Dah

MASYARAKAT pengguna sepeda motor turun dari rakit penyeberangan di Desa Dah, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. 

* Saat Ini Masih Pakai Rakit

SUBULUSSALAM - Ribuan masyarakat berharap Pemko Subulussalam memprioritaskan pembangunan jembatan Dah, Kecamatan Rundeng, yang menghubungkan ke Kecamatan Sultan Daulat. Pasalnya, akibat belum tersedianya jembatan tersebut, masyarakat masih mengandalkan rakit untuk menyeberang. “Sudah sering warga karam saat menyeberang,” kata Maharuddin, salah seorang warga Dah kepada Serambi, Selasa (11/12).

Menurut Maharuddin, pekerjaan jembatan rangka baja ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2014 lalu, namun hanya berjalan hingga tiga mata anggaran. Kini, kemajuan pembangunan jembatan baru sebatas tiang dan abutment. Akibatnya, ribuan warga di dua wilayah terpaksa naik rakit saban hari untuk dapat menyeberang.”Sampai sekarang warga harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai ini,” terang Mahar.

Pantauan di lapangan, kemarin, puluhan warga terus mengantre demi mendapatkan jatah waktu penyeberangan dengan menggunakan transportasi air alias rakit. Antrean panjang ini akan semakin membeludak pada Sabtu lantaran merupakan pasar mingguan di Rundeng. Pada hari itu aktivitas warga tinggi, sehingga mereka mulai mengantre dari pukul 07.00-20.00 WIB.

Maharuddin mengaku jembatan Dah bukan sekadar penghubung desa setempat, namun menjadi akses vital bagi ribuan warga lainnya termasuk dari Kecamatan Sultan Daulat. Pasalnya, warga kerap memanfaatkan jalur melalui Dah untuk mempersingkat waktu menuju Subulussalam atau sebaliknya.

Pun demikian, warga sekitar seperti Dah, Sepadan, dan Bunga Tanjung menyampaikan harapan penyelesaian jembatan yang telah dibangun sejak tiga tahun silam ini. Selama ini warga hanya mengandalkan satu rakit, yang hanya mampu memuat paling banyak empat sepeda motor dan enam penumpang. “Susah kalau harus menunggu seperti ini. Terlalu lama. Apalagi rakit yang ada untuk penyeberangan hanya sebanyak tiga rakit,” ujar Mahar saat akan menyeberang dengan rakit.

Menurut sejumlah warga setempat, kecelakaan atau rakit tenggelam sudah kerap terjadi. Setidaknya sudah lebih dari tiga kali. Peristiwa rakit karam yang terbaru terjadi tiga hari jelang Lebaran lalu. Kasus serupa juga pernah terjadi tiga bulan lalu. Kala itu satu unit beca yang diangkut sempat tenggelam, namun berhasil ditemukan. Desa Dah merupakan penghubung sejumlah desa di Kecamatan Runding, termasuk Sultan Daulat, menuju ibu kota kecamatan atau ke Kota Subulussalam.

Hingga saat ini masyarakat masih hidup di ‘zaman rakit’, karena armada penyeberangan di sana mengandalkan rakit. Proyek jembatan rangka baja yang dibangun sejak 2014 lalu hingga kini belum selesai atau hanya sebatas tiang pancang dan abutment. Warga pun mempertanyakan kapan jembatan di sana tuntas, lantaran dalam dua tahun terakhir tidak ada pekerjaan lanjutan. Sementara ribuan masyarakat yang selalu melintas mengandalkan rakit.

Sebelumnya, Pemko Subulussalam secara resmi telah membuat surat usulan dana senilai Rp 50 miliar untuk proyek pembangunan dua jembatan di daerah ini.”Sasaran kita, kalau memungkinkan masuk di perubahan anggaran tahun ini. Kalau memang nanti ada perubahan APBN 2018, tapi seandainya tidak, maka masuknya tahun 2019 di APBN murni,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Subulussalam, Mohd Ali Tumangger kepada Serambi, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, dua proyek tersebut masing-masing jembatan Dah dan Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri. Ali menambahkan, pasca pertemuan Wali Kota Subulussalam Merah Sakti dengan Presiden Joko Widodo, secara resmi Pemko Subulussalam langsung membuat surat atau proposal proyek kedua jembatan itu. Surat langsung ditujukan ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI.

Ali pun berharap usulan proyek jembatan yang secara lisan sudah diamini sang Presiden Jokowi ini dapat terlaksana secepatnya, sehingga dapat dinikmati masyarakat setempat. Pasalnya, sarana umum penyebarangan ini berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat terutama di Desa Dah, Kecamatan Runding.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved