3 dari 49 Pasien di Puskemas Ulim Positif Kanker Rahim, Diketahui Melalui Tes IVA

Temuan itu di sela-sela praktek pelatihan yang dilangsungkan selama lima hari yang dipusatkan di Aula PMI kabupaten setempat, Jumat (14/12/2018).

3 dari 49 Pasien di Puskemas Ulim Positif Kanker Rahim, Diketahui Melalui Tes IVA
ILUSTRASI -- Salihah TKI asal Desa Blang Talon Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara yang menderita kanker rahim akhirnya pada Sabtu (30/9) mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh sekitar pukul 16.00 WIB. 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sebanyak 36 peseta pelatihan tindakan medis terhadap pasien kanker rahim di Dinas Kesehatan Pidie Jaya menemukan tiga dari 49 pasien di Puskemas Ulim positif mengalami kanker rahim.

Temuan itu di sela-sela praktek pelatihan yang dilangsungkan selama lima hari yang dipusatkan di Aula PMI kabupaten setempat, Jumat (14/12/2018).

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, H Said Abdullah SH MKM didampingi Kepala Bidang PMK, Eddy Azwar SKM MKes kepada Serambinews.com, mengatakan, pembekalan atau pelatihan bagi 36 tenaga medis sebagai upaya tindak lanjut dari intruksi pusat mengenai program deteksi dini  pencegahan kanker rahim bagi ibu usia 30-50 tahun.

"Dari hasil praktek dari pelatihan yang dilakukan di Puskesmas Ulim ada tiga pasien yang posisti mengalami kaknker rahim dari 49 pasien," sebut Said Abdullah.

Baca: Ini Golongan Darah yang Gampang Terkena Stres hingga Kanker, Kamu Termasuk?

Baca: Camat Kuala Batee Meninggal, Diduga Akibat Kanker Rahim

Ia menyebutkan, dalam pelatihan ini para narasumber dari pihak Kememnkes RI dengan menerapkan tehnik Inspeksi Visual Asetat (IVA) test yang sifatnya mudah dan biaya yang murah," sebut Said Abdullah.

Menurut Kadiskes Pijay, saat ini salah satu penyebab kematian di Indonesia akibat penyakit tidak menular dan salah satunya karena penyakit kanker terutama yang sering dialami oleh perempuan di Indonesia yaitu kanker rahim dan kanker payudara. 

"Saya sangat berharap lewat  kegiatan pelatihan ini para petugas yang dibekali ilmu dapat menambah perbendaharaan ilmu sehingga dengan sendirinya pula dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia  (SDM) yang handal dan mampu melakukan upaya deteksi dini melalui test IVA," tukasnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved