Breaking News:

Pakar Pembangunan Pertanian Malaysia: Pemerintah Harus Dorong Pertanian Modern

Prof Emeritus Chamhuri Siwar, mengingatkan perlunya mendorong pertanian modern berbasis industri dan bisnis.

For Serambinews.com
Pakar pembangunan pertanian berkelanjutan dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof Emeritus Chamhuri Siwar, berfoto bersama seusai menjadi pemateri dalam kegiatan Public Lecture Pembangunan Pertanian yang digelar di Aula Gedung MPR FP Unsyiah, Selasa (11/12/2018). 

Laporan Yocerizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pakar pembangunan pertanian berkelanjutan dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof Emeritus Chamhuri Siwar, mengingatkan akan perlunya mendorong pertanian modern berbasis industri dan bisnis. Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Malaysia saat ini.

Prof Emeritus Chamhuri Siwar menyampaikan itu dalam kegiatan Public Lecture Pembangunan Pertanian di Aula Gedung MPR FP Unsyiah, Selasa (11/12/2018, saat mengisi acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Pembangunan Pertanian dan Lingkungan (LKPPL), bekerja sama dengan Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Unsyiah.

Baca: Kementerian Pertanian Pastikan Tahun 2019 Tidak Ada Lagi Impor Beras

Dalam paparannya, ia menyampaikan berbagai program dan strategi yang dilakukan Pemerintah Malaysia dalam mengembangkan sektor pertanian.

Di antaranya bagaimana pemerintah mampu mendorong pertanian subsistem yang hanya bertujuan sekedar untuk konsumsi, menjadi pertanian modern berbasis industri dan bisnis.

“Pertanian di Malaysia tidak hanya menghasilkan bahan baku, melainkan juga produk olahan hasil pertanian dengan nilai tambah yang lebih menguntungkan para petani,” katanya.

Baca: Serius Kembangkan Padi Lokal, Bupati Abdya Terima Penghargaan dari Unsyiah

Di luar itu, berbagai masalah pertanian lainnya nyaris sama dengan Indonesia. Seperti semakin rendahnya minat generasi muda untuk bergerak di sektor pertanian, terbatasnya penguasaan lahan oleh petani, tingginya angka kemiskinan di kalangan petani, serta sulitnya menghadapi tekanan pasar global yang sangat sering menimpa petani.

“Kondisi harga sawit yang jatuh akhir-akhir ini, adalah sebuah konspirasi tak sehat dan merugikan petani kita,” pungkasnya.

Baca: Program Kementerian Pertanian Pengadaan 6.000 Ekor Sapi Indukan Tersendat, Anggaran Capai Rp 150 M

Kegiatan Public Lecture yang dibuka dibuka Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah, Prof Dr Samadi ini dipandu oleh Ketua LKPPL yang juga Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr Muhammad Yasar STP MSc.

Turut hadir dan memberi sambutan, Ketua Program Studi Teknik Pertanian, Dr H Ichwana ST MT, Kepala Seksi Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Yuni Saputri STP, dan sejumlah dosen serta mahasiswa.(*)

Penulis: Yocerizal
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved