Harga Saham Johnson & Johnson Merosot, Diklaim Sembunyikan Kandungan Asbes dalam Produk Bedaknya

Temuan ini berdasarkan pemeriksaan Reuters terhadap memo perusahaan, laporan internal dan dokumen rahasia lainnya.

Harga Saham Johnson & Johnson Merosot,  Diklaim Sembunyikan Kandungan Asbes dalam Produk Bedaknya
bbci.co.uk
Bedak Johnson & Johnson 

SERAMBINEWS.COM - Tersenggol masalah, harga saham Johnson & Johnson (J & J) merosot 10% pada Jumat (14/12), persentase penurunan terbesar dalam lebih dari 16 tahun terakhir.

Harga saham J & J jatuh setelah Reuters melaporkan bahwa perusahaan itu sudah tahu selama beberapa dekade ada kandungan asbes di produk bedak bayi.

Baca: Museum Tsunami Tetapkan Besaran Tiket Masuk, Ini Reaksi Aktivis PRB

Anjloknya harga saham J & J tersebut membuat kapitalisasi pasar emiten ini menguap sebanyak US$ 40 miliar atau setara Rp 580 triliun (kurs US$ 1 = Rp 14.500).

Baca: Polres Gayo Lues Musnahkan 3 Hektare Ladang Ganja di Pegunungan Aih Kering Pining

Investor mengkhawatirkan dampak laporan ini akan membuat J & J harus menghadapi ribuan tuntutan hukum terkait produk bedak bayi.

Reuters melaporkan, J & J diketahui telah mengetahui keberadaan sejumlah kecil asbes dalam produknya sejak tahun 1971.

Temuan ini berdasarkan pemeriksaan Reuters terhadap memo perusahaan, laporan internal dan dokumen rahasia lainnya.

Baca: Hujan Deras, Material Bebatuan Kiriman Banjir Menumpuk di Jembatan Kayu Mbelin

Johnson & Johnson membantah laporan tersebut.

"Ini semua upaya yang dihitung untuk mengalihkan perhatian dari fakta bahwa ribuan tes independen membuktikan produk bedak bayi kami tidak mengandung asbes atau menyebabkan kanker," tandas Ernie Knewitz, Vice President of Global Media Relations J & J dalam tanggapan via email atas laporan tersebut.

Baca: Perwakilan Indonesia di Komisi HAM ASEAN Desak Pemerintah Tegas terhadap Myanmar Terkait Rohingya

 
Perusahaan itu juga mengatakan bahwa produk Baby Powder bebas asbes dan mereka akan terus mempertahankan keamanan produknya.

Baca: Museum Tsunami Tetapkan Besaran Tiket Masuk, Ini Reaksi Aktivis PRB

J & J pada tahun 1976, telah meyakinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration AS bahwa tidak ada asbes yang terdeteksi dalam sampel produk bedak bayi yang diproduksi antara Desember 1972 dan Oktober 1973.

Ketika itu, setidaknya tiga tes oleh tiga laboratorium yang berbeda dari tahun 1972 hingga 1975 telah menemukan asbes dalam bedak bayi.

J & J telah mendominasi pasar bedak bayi selama lebih dari 100 tahun.

Baca: Setelah Sempat Tertunda, Akhirnya DPRK Pidie Sepakat Bahas RAPBK 2019

Namun produk tersebut berkontribusi hanya 0,5% dari total pendapatan J & J yang sebesar US$ 76,5 miliar di tahun lalu.

(Khomarul Hidayat)\

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Diklaim Sembunyikan Kandungan Asbes dalam Produk Bedaknya, Kekayaan Johnson & Johnson 'Raib' Rp580 triliun

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved