Inpektorat Periksa Kasus Perlengkapan Atlet

Inspektorat Aceh Tamiang mulai memeriksa kasus perlengkapan atlet untuk PORA XVIII Aceh Besar 2018

Inpektorat Periksa Kasus Perlengkapan Atlet
FOR SERAMBINEWS.COM
Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali (kanan) menyerahkan bendera kepada Ketua Kontingen, Sulaiman SE yang juga ketua DPRK Aceh Besar di Meuligoe Bupati, Kota Jantho, Sabtu (17/11/2018) petang 

KUALASIMPANG - Inspektorat Aceh Tamiang mulai memeriksa kasus perlengkapan atlet untuk PORA XVIII Aceh Besar 2018 yang dimulai dari Jumat (7/12) sampai Rabu (12/12). Kantor Disparpora Aceh Tamiang didatangi dan memanggil seluruh pengurus cabang olahraga yang berlaga di PORA dan hasil audit akan diserahkan ke bupati dalam pekan ini.

Inspektur Pembantu I Inspektorat Aceh Tamiang Hendra Purnama, Rabu (12/12) menjelaskan pemeriksaan terhadap kontrak pengadaan perlengkapan atlet sedang dilakukan. Dia memperkirakan, hasil audit akan diserahkan ke bupati untuk ditindaklanjuti.

Hendra yang mewakili Inspektur Kabupaten Aceh Tamiang, Asra menjelaskan pengadaan perlengkapan PORA XVIII melalui dua kontrak. Dikatakan, satu kontrak senilai Rp 190 juta diperuntukkan untuk perlengkapan atlet dan satu kontrak lagi senilai Rp 161.151.000 untuk pengadaan kontingen.

Dia mengatakan indikasi masalah muncul pada kontrak pengadaan untuk kontingen, yang seharusnya 237 orang bertambah menjadi 297 orang. Ditambahkan, hal itu memicu aksi protes sejumlah cabang olahraga dengan cara mengembalikan perlengkapan.

Disebutkan, Perbakin mengembalikan tujuh pasang sepatu, karate 15 pasang sepatu, atlet sepeda tiga pasang sepatu dan pencak silat yang sudah mengembalikan samsak dan lainnya. “Kalau kontrak pengadaan untuk atlet tidak ada masalah, karena setiap cabang olahraga dapat membeli sendiri,” lanjut Hendra.

Dia menambahkan proses pemeriksaan ini akan memasuki tahap uji petik harga yang akan dilakukan di sejumlah toko olah raga di Kualasimpang dan Langsa, “Kami hanya menganalisa pantas atau tidak pantas, selanjutnya kami rekomendasikan ke bupati, dan bupati nanti yang menegur,” bebernya.

Asra menambahkan pemeriksaan dilakukan secara profesional dan atas instruksi langsung Bupati Aceh Tamiang Mursil. Menurutnya, bupati tidak ingin kasus ini menggelinding menjadi ‘bola liar’. “Bupati merespon betul kasus ini, kami juga bekerja atas instruksi bupati,” tukasnya.(mad)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved