Tabrakan Maut Sempati Star

Polisi Buru Sopir Sempati Star

Ridwan (31), sopir bus Sempati Star bernopol BL 7777 AA yang menghilang pascainsiden tabrakan beruntun dengan dua beca mesin

Polisi Buru Sopir Sempati Star
IST
Kolase foto bus Sempati Star yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan kawasan Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya 

* Insiden Maut Renggut Tiga Nyawa

SIGLI - Ridwan (31), sopir bus Sempati Star bernopol BL 7777 AA yang menghilang pascainsiden tabrakan beruntun dengan dua beca mesin dan mini bus L-300 BL 1887 AN sampai menjadi buron Polres Pidie. Sopir yag tercatat sebagai warga Gampong Matang Kruet, Kecamatan Pante Bidadari, Aceh Timur telah sebulan lebih dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Insiden maut itu terjadi di jalan nasional, Gampong Rambayan Lueng, Kecamatan Peukan Baro, Pidie pada Rabu (10/10) sekitar pukul 05.30 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan tiga nyawa melayang yakni dua penumpang L-300 dan satu pengendara becak mesin meninggal dunia.

Kapolres Pidie Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, didampingi Kasat Lantas, AKP Radhika SIK, Sabtu (15/12) mengatakan, Ridwan sopir Sempati Star yang menghilang belum menyerahkan diri. Dikaakan, Lantas Polres Pidie telah sebulan lebih memasukkan Ridwan sebagai DPO setelah limit waktu yang diberikan untuk menyerahkan diri kepada polisi tidak dilakukannya.

Ditambahkan, bus Sempati Star BL 7777 AA, hingga kini masih diamankan di Mapolres Pidie. “Kami telah mengupayakan secara baik-baik, agar Ridwan menyerahkan diri, tetapi tidak digubris. Padahal, jika Ridwan mau bekerjasama, maka akan dapat meringankan hukuman terhadapnya,” ujarnya.

Dikatakan, polisi terus memburu keberadaan Ridwan asal Gampong Matang Kruet, Kecamatan Pante Bidadari, Aceh Timur itu tetap diburu polisi. Keberadaan lokasi persembunyian Ridwan berpindah-pindah sehingga menyulitkan polisi meringkusnya, tetpai belum keluar dari Indonesia.

Dikatakan, beberapa pekan lalu, polisi berhasil mendeteksi persembunyiannya, namun saat menuju lokasi, ternyata Ridwan bergeser ke tempat lain. “Kita berharap bantuan semua pihak untuk menangkap Ridwan dan diimbau segera menyerahkan diri, sebab jika tertus lari, polisi akan tetap mengejarnya,” katanya.

Dilansir sebelumnya, bus umum Sempati Star kembali terlibat kecelakaan menyebabkan jatuh korban jiwa. Kali ini terjadi di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Gampong Rambayan Lueng, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Rabu (10/10) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Tiga nyawa melayang dalam musibah tersebut.

Bus Sempati Star BL 7777 AA yang sedang melaju kencang dari arah Medan tujuan Banda Aceh terlibat tabrakan beruntun dengan dua becak motor dan minibus L-300 BL 1887 AN yang dikemudikan Mahdi, warga Sukamakmur, Aceh Besar.

Dua penumpang L-300 yang meninggal yaitu Andika Yoga Anggana (20) mahasiswa, warga Gampong Tasik Lama, Kecamatan Seureuwe, Aceh Tamiang dan Bachrul Walidin (59), warga Lhoksukon, Aceh Utara. Satu korban lainnya yang meninggal adalah pedagang sayur bernama M Hasan yang mengendarai becak mesin.

M Hasan adalah warga Gampong Paloh Teungoh, Kecamatan Keumala, Pidie sedang dalam perjalanan untuk menjual sayur ke Pasar Pante Teungoh, Sigli. Korban sempat terseret lebih 100 meter dan mengalami luka parah.

Kasus itu berawal ketika Sempati Star yang dikemudikan Ridwan (31), warga Gampong Matang Kruet, Kecamatan Pante Bidadari, Aceh Timur sedang melaju ke arah Banda Aceh membawa 15 penumpang yang sebagian besar atlet catur yang akan mengikuti even Kejurnas Catur di Banda Aceh.

Meski suasana masih sepi namun badan jalan basah akibat hujan yang mengguyur Pidie. Saat Sempati Star keluar dari jembatan, di depannya melaju becak mesin yang belakangan diketahui dikendarai oleh M Hasan, pedagang sayur dari Kecamatan Keumala.

Sopir Sempati Star berusaha mendahului becak namun pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju minibus L-300. Akibatnya tabrakan dengan becak tak bisa dihindari. Hantaman keras itu menyebabkan pengemudi becak terpelanting ke kanan jalan dan disambar oleh bus yang telah melaju ke arah kanan. Tubuh M Hasan terseret lebih 100 meter.

Hampir bersamaan dengan menghantam becak, Sempati Star juga menghantam L-300 meski sopir L-300 sudah berusaha banting setir ke kiri. Akibatnya, separuh bodi L-300 remuk. Bahkan, ban belakang sebelah kanan L-300 copot. Dua penumpang L-300 meninggal.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved