Pernah Sebarkan Isu PKI, Presiden Jokowi: La Nyalla Sudah Minta Maaf Tiga Kali, Saya Maafkan

Presiden Joko Widodo menyebut mantan kader Gerindra, La Nyalla Mattalitti, sudah tiga kali meminta maaf kepadanya.

Pernah Sebarkan Isu PKI, Presiden Jokowi: La Nyalla Sudah Minta Maaf Tiga Kali, Saya Maafkan
Instagram @Lanyallamm1
Presiden Joko Widodo dan La Nyalla Mahmud Mattalitti 

"Kedua, 'Pak ini saya yang menyebarkan mengenai PKI. Jadi saya minta maaf', juga saya maafkan," kata Jokowi.

Untuk permintaan maaf La Nyalla yang ketiga, Jokowi mengaku tak bisa menyampaikannya ke publik.

Saat ditanya apakah La Nyalla tak perlu menjalani proses hukum atas perbuatannya, Jokowi tidak menjawab.

Jokowi hanya menegaskan bahwa isu PKI yang selama ini menyerang dirinya terbukti sengaja diciptakan untuk kepentingan politik.

"Artinya kembali lagi, isu seperti tadi dikembangkan karena politik sesaat," kata dia.

Sementara saat ditanya tanggapan terkait La Nyalla yang akan mendukung Jokowi bersama Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, calon presiden nomor urut 01 itu hanya menjawab singkat.

"Ya itu hak pribadi Pak La Nyalla, kita hargai," ujarnya.

Baca: Arus Transportasi Tapaktuan-Medan Lumpuh, Ratusan Kendaraan Masih Terjebak

Baca: Terjerat Utang Rp 355 Miliar, Semua Pesawat Sriwijaya Air Pasang Logo Garuda Indonesia

Sebelumnya, La Nyalla Mataliti mengatakan, dirinya melakukan upaya untuk meredam isu keterkaitan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dengan PKI.

La Nyalla mengatakan hal ini karena dirinya merupakan salah satu penyebar isu tersebut ketika masih mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014.

"Saya sudah keliling, kita sudah keliling dengan saya memviralkan bahwa Pak Jokowi bukan PKI. Saya sudah minta maaf, dan saya mengakui bahwa saya yang sebarkan isu PKI itu, saya yang ngomong Pak Jokowi PKI, saya yang mengatakan Pak Jokowi itu agamanya enggak jelas, tapi saya sudah minta maaf," ujar La Nyalla di kediaman Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Selasa (11/12/2018).

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved