Sudah Tiga Hari Singkil Direndam Banjir Kiriman

Tak ada hujan yang mengguyur wilayah Singkil dalam seminggu terakhir. Namun, sudah tiga hari ini ribuan penduduk

Sudah Tiga Hari Singkil Direndam Banjir Kiriman
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Ratusan kendaraan masih terjebak banjir di jalan nasional di Gampong Ladang Rimba, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (17/12/2018). 

* Trumon pun Terendam

SINGKIL - Tak ada hujan yang mengguyur wilayah Singkil dalam seminggu terakhir. Namun, sudah tiga hari ini ribuan penduduk di ibu kota Kabupaten Aceh Singkil itu harus bergelut dalam kubangan banjir. Air bah tersebut merupakan kiriman dari Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Tenggara melalui sungai yang bermuara ke laut Singkil.

Ironisnya, sungai dan muara sedang mengalami pendangkalan sehingga begitu air kiriman datang tak seluruhnya sanggup ditampung. Alhasil, air meluber ke permukiman warga. “Banjir sudah tiga hari. Ini banjir kiriman, karena daerah kita tidak sedang hujan maupun pasang rob,” kata Fardi, penduduk Desa Pasar, kepada Serambi, Minggu (16/12).

Warga Desa Ujung Singkil, Yarwin Adi Dharma yang dihubungi Serambi tadi malam membenarkan bahwa banjir yang kini menggenangi Kecamatan Singkil benar-benar banjir kiriman. “Dalam tiga hari ini cuaca di Singkil sangat terik. Hujan tak ada sekalipun, tapi banjir sudah tiga hari belum juga surut. Malah sekarang debit airnya di desa kami semakin tinggi, wilayah yang terdampak pun semakin luas,” kata Yarwin tadi malam.

Berdasarkan pantauan Serambi, banjir kiriman itu merendam setidaknya sepuluh desa di pusat Pemkab Aceh Singkil. Masing-masing Desa Pemuka, Ujung Bawang, Pea Bumbung, Kuta Simboling, Suka Makmur, Siti Ambia lama, Desa Ujung, Rantau Gedang, Teluk Rumbia, dan Desa Pasar bagian belakang.

Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menggenangi jalan ke Pea Bumbung, Rantau Gedang, Tuluk Rumbia, dan Suka Makmur dari arah Desa Kilangan. Desa ini berada di pinggir Sungai Souraya, sungai terpanjang dan terlebar di Aceh.

Jalur darat ke Rantau Gedang dan Teluk Rumbia juga putus total akibat banjir. Akses menuju dua desa di daerah aliran sungai tersebut hanya bisa ditempuh melalui sungai menggunakan perahu. Fasilitas publik lainnya yang terkena banjir adalah SD Pea Bumbung dan taman kanak-kanak di Pemuka.

Terkait banjir kiriman yang kerap merendam Singkil, warga berharap Pemkab Aceh Singkil segera melakukan normalisasi sungai dan pengerukan muara. Apalagi alat berat amfibi yang bisa bekerja di sungai sudah dibeli. “Kami mendesak Pemerintah segera melakukan normalisasi sungai agar air kiriman cepat terkirim ke laut,” kata Akwin, warga Singkil yang rumahnya tergenang banjir.

Dari Aceh Selatan dilaporkan, ruas jalan nasional Tapaktauan-Medan tepatnya di Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, juga digenangi banjir. Tinggi air mencapai 70 cm.

Banjir tersebut juga merupakan banjir kiriman dikarenakan meluapnya Sungai Sultan Daulat di wilayah Subulussalam.

Musrizal, warga Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, kepada wartawan mengatakan air masuk ke desa itu sekira pukul 03.00 WIB pagi. “Akibatnya, ratusan kenderaan roda empat dan roda dua terjebak macet, karena ketinggian air mencapai 70 sentimeter,” jelasnya.

Adapaun desa yang terkena dampak banjir di Trumon Raya kali ini meliputi Seunebok Pusaka, Cot Bayu, Lhok Raya, Ladang Rimba, dan Padang Harapan.

Tim gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana dan Satuan Tugas Search dan Rescue (SAR) Aceh Selatan, Pemadam Kebakaran (Damkar) 06 Pos Trumon, taruna siaga bencana (Tagana), serta personel TNI/Polri sudah turun ke lokasi untuk mengevaluasi warga yang terkena dampak banjir. (de/tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved