Akmal Protes Pemerintah Aceh

Pembangunan Jembatan Krueng Teukueh di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya

Akmal Protes Pemerintah Aceh
DOK SERAMBINEWS.COM
Bupati Abdya Akmal Ibrahim 

* Jembatan Krueng Teukueh Gagal Dibangun

BLANGPIDIE - Pembangunan Jembatan Krueng Teukueh di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya), kembali gagal dilaksanakan pada 2019. Padahal, masyarakat setempat sangat membutuhkan keberadaan jembatan itu untuk kelancaran transportasi menuju lahan pertanian dan perkebunan mereka.

Gagalnya pembangunan jembatan yang sebenarnya menjadi prioritas pemerintahan Akmal-Muslizar itu disampaikan langsung oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH. Untuk diketahui, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kuala Batee dan Kecamatan Babahrot tersebut sedianya sudah dibangun pada tahun 2018 dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) sebesar Rp 10 miliar. Namun, rencana ini gagal karena Bappeda Aceh mengalihkan anggaran Rp 10 miliar itu untuk pembangunan jembatan Mancang Riek, Kecamatan Setia.

Pengalihan tanpa koordinasi itu pun ditolak Bupati Akmal, karena dianggap mengingkari kesepatan awal antara TAPK Abdya dengan TAPA Aceh. Eksesnya, pembangunan jembatan Mancang Riek juga batal dilaksanakan.

Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH saat dikonfirmasi Serambi meminta Bappeda Aceh dan dinas terkait tidak bermain-main dengan setiap program yang diusulkan oleh kabupaten/kota. Jika diubah dan tidak sesuai kebutuhan daerah, maka anggaran dan pembangunan menjadi mubazir.

“Saya minta Bappeda Aceh dan Dinas PU, jangan main-main, apalagi mengubah tanpa koordinasi seperti ini. Jembatan itu sudah tujuh tahun terbengkalai dan sangat diharapkan oleh ribuan petani,” tukas Akmal Ibrahim.

Bupati Akmal menekankan, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT telah berjanji dan menginstruksi Kepala Bappeda dan Dinas PU Aceh agar pembangunan jembatan rangka baja itu bisa dibangun 2019. “Pak Plt Gubernur sangat mendukung jembatan ini dibangun. Bahkan, Beliau sudah instruksikan Kepala Bappeda agar 2019 bisa dibangun segera. Namun, saya dapat informasi, bahwa jembatan ini tidak masuk 2019. Persoalan ini sudah saya sampaikan ke Pak Nova, dan Beliau berjanji akan mencari solusi,” sebutnya.

Akmal berharap, pembangunan jembatan Krueng Teukueh tersebut bisa segera terealisasi. Mengingat, selama ini ada ribuan petani harus naik rakit dan bertarung nyawa untuk menyeberang pergi ke kebun. “Jika Pak Kepala Bappeda dan Kadis PU ada waktu, boleh datang lihat langsung, biar semua jelas betapa sedihnya nasib kami di Abdya ini,” pungkasnya.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruangan Abdya, Ir Moch Tavip saat dikonfirmasi Serambi, kemarin, membenarkan bahwa jembatan Krueng Teukuh kembali gagal dibangun 2019. Dia mengakui, pihaknya dulu sangat yakin bahwa tahun depan jembatan itu bisa dibangun, mengingat anggarannya sudah tersedia dari Silpa 2018 pembangunan jembatan Mancang Riek.

“Kalau anggaran Rp 10 miliar kita pakai untuk jembatan Mancang Riek, maka akan ada beberapa pejabat tersandung hukum dan jadi tersangka,” ujar Ir Moch Tavip. Sebab, jelasnya, setelah dihitung anggaran untuk pembangunan jembatan Mancang Riek hanya sebesar Rp 4 miliar. Sehingga, jika tetap dianggarkan Rp 10 miliar, maka rentan bermasalah hukum. “Jelas itu, mark-up Rp 6 miliar, makanya pak bupati tidak mau. Terlebih, yang sangat mendesak itu jembatan Krueng Teukueh,” tukasnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved