Ibu Bayi Kembar Tiga Divonis Empat Bulan Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Magfirah adalah ibu bayi kembar tiga yang selama ini ikut mendekam dalam Rutan Bireuen itu,

Ibu Bayi Kembar Tiga Divonis Empat Bulan Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Maghfiran Binti Zakirsyah (27), warga Idi, Aceh Timur, divonis empat bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Senin (17/12/2018),terkait kasus penipuan atau calo CPNS. 

Laporan Ferizal Hasan l Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Senin (17/12/2018), memvonis hukuman terhadap terdakwa kasus penipuan atau calo CPNS,  Maghfiran Binti Zakirsyah (27), warga Idi, Aceh Timur, dengan hukuman empat bulan penjara.

Hukuman untuk Magfirah yang juga ibu bayi kembar tiga yang selama ini ikut mendekam dalam Rutan Bireuen itu,  lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya dalam sidang yang sama di hari yang sama.

JPU menuntut selama delapan bulan penjara.

Sidang yang digelar sekira pukul 17.00 WIB tersebut, dipimpin Muchtar, SH dan didampingi hakim anggota Mukhtaruddin SH serta Rahma Novatiana SH.

Baca: VIDEO - Bayi Kembar Tiga dan Ibunya Mendekam di Rutan Bireuen

Ketua majelis hakim, Muchtar SH yang membacakan putusan No. 233/2018/PN Bireuen, menyebutkan, terdakwa Maghfirah terbukti bersalah sebagaimana tuntutan JPU.

Karena melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan peraturan lain yang berkenaan dengannya.

Menurut Muchtar, hal yang memberatkan terdakwa, akibat perbuatan tersebut, telah merugikan saksi korban (Rahmawati Binti Mahmud).

Baca: Diduga Tersangkut Kasus Penipuan Calo CPNS, Ibu dan Tiga Bayi Kembar Ini Mendekam di Rutan Bireuen

Sedangkan yang meringankannya, terdakwa berlaku sopan selama dalam persidangan.

Terdakwa juga masih punya tanggungan bayi yang masih disusuinya.

Selain itu, telah ada surat perdamaian antara terdakwa dengan saksi korban.

“Karenanya, sesuai hasil kesepakatan majelis hakim, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama empat bulan penjara. Pidana tersebut dikurangi selama terdakwa berada dalam masa penahanan,” kata Muchtar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Maghfirah terjerat tindak pidana, karena diduga terlibat penipuan terhadap Rahmawati Binti Mahmud sebesar Rp 45 juta.

Modus operandinya, Maghfirah menjanjikan dapat mengurus Rahmawati menjadi CPNS  tanpa tes pada tahun 2015 lalu. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved