Menlu Jordan Kutuk Keputusan Israel yang Terus Membangun Pemukiman

Pada hari Minggu (16/12/2018), Parlemen Israel menyetujui rancangan undang-undang yang melegalisasi 70 pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Menlu Jordan Kutuk Keputusan Israel yang Terus Membangun Pemukiman
ANADOLU AGENCY/NEDAL ESHTAYAH
Warga Palestina menggunakan katapel untuk melempar batu sebagai perlawanan terhadap pasukan Israel yang menghancurkan rumah seorang pemuda Palestina Ashraf Naalwa, di kota Tulkarm, Tepi Barat, Senin (17/12/2018). Israel menuduh Naalwa membunuh dua pemukim Yahudi dalam serangan di Tepi Barat pada bulan Oktober 2018. 

SERAMBINEWS.COM, AMMAN - Melanjutkan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur merugikan peluang untuk mencapai penyelesaian perdamaian, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman al-Safadi mengatakan Senin (17/12/2018).

Al-Safadi mengutuk keputusan pemerintah Israel baru-baru ini untuk menyetujui ribuan unit pemukiman Tepi Barat baru - sebuah langkah, dia memperingatkan, yang kemungkinan akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

"Pembangunan pemukiman adalah praktik tidak sah dan sepihak yang berfungsi untuk semakin memperjuangkan pendudukan (Israel) dan merusak prospek untuk menyelesaikan konflik," kata al-Safadi dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Serambinews.com dari Kantor Berita Turki, Anadolu Agency.

Baca: Potret Memilukan Kehidupan Di Balik Penjara Wanita Israel

Baca: Mahathir Mohammad Sebut Tidak Ada Negara yang Berhak Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

Pada hari Minggu (16/12/2018), Parlemen Israel menyetujui rancangan undang-undang yang melegalisasi 70 pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Al-Safadi mendesak komunitas internasional untuk "memikul tanggung jawab hukum dan moral" dengan menekan Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di tanah Palestina yang diduduki.

Al-Safadi menyatakan, pelanggaran semacam itu "hanya akan menyebabkan ketegangan dan kekerasan lebih lanjut, yang pada gilirannya akan berdampak negatif pada keamanan regional".

Proses perdamaian Israel-Palestina runtuh pada pertengahan 2014 karena Israel terus menolak untuk menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat dan menerima perbatasan pra-1967 sebagai dasar solusi dua negara.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved