Trumon Masih Terendam

Arus transportasi darat dari Tapaktuan, Aceh Selatan ke Medan, Sumatera Utara maupun sebaliknya

Trumon Masih Terendam
IST
Kapolres Aceh Selatan sediakan satu unit Trado untuk mobilisasi di daerah genangan banjir mobil yang sudah mengular karena kemacetan dan dibantu Personil Polsek Trumon dan BPPD 

TAPAKTUAN - Arus transportasi darat dari Tapaktuan, Aceh Selatan ke Medan, Sumatera Utara maupun sebaliknya hingga Senin (17/12) sore masih lumpuh karena Jalan Nasional di kawasan Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah masih terendam banjir luapan setinggi 1 hingga 1,5 meter.

Seperti diberitakan, dampak meluapnya Sungai Gelombang di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam yang salah satunya bermuara ke Kecamatan Trumon Timur, Trumon Tengah, dan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan mengakibatkan sejumlah gampong dalam tiga kecamatan tersebut terendam.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri kepada Serambi, Senin (16/12) mengatakan, banjir luapan dengan ketinggian mencapai 1 meter yang merendam Jalan Nasional di Gampong Ladang Rimba mengakibatkan antrean kendaraan roda empat dan roda dari kedua arah mencapai lima kilometer lebih.

“Banjir mulai merendam badan jalan negara di Desa Ladang Rimba sejak Rabu (6/12) sore namun ketinggian air belum begitu tinggi sehingga kendaraan masih bisa melintas. Tetapi saat ini banjir terus bertambah sehingga ratusan kedaraan roda dua dan empat dari arah berlawanan tidak bisa lewat,” kata May Fendri, Senin kemarin.

Dijelaskannya, Jalan Nasional yang terendam banjir setinggi 1 hingga 1,5 meter di Desa Ladang Rimba mencapai ratusan meter. Banjir bukan hanya melumpuhkan transportasi antar-provinsi namun puluhan hektare kebun sawit di kiri dan kanan jalan ikut terendam.

Hingga Senin sore kemarin, sekitar pukul 17.52 WIB arus transportasi dari kedua arah masih lumpuh total. Ratusan kendaraan terlihat mengantre sepanjang lebih kurang lima kilometer. Masyarakat yang ingin menyeberang termasuk kendaraan roda dua terpaksa diangkut menggunakan papan yang diikat di atas drum atau rakit.

Pantauan Serambi, selain melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terkurung banjir di beberapa desa dalam tiga kecamatan, tim gabungan yang terdiri personel BPBD Aceh Selatan, Satgas SAR Aceh Selatan, Satgaskom RAPI, PMI Aceh Selatan, Tagana Aceh Selatan, TNI/Polri juga ikut membantu warga menyeberangi badan jalan yang terendam banjir.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, Cut Sazalisma SSTP mengatakan banjir seperti saat ini sudah menjadi rutinitas tahunan. Karenanya pihak BPBD mendorong Balai Wilayah Sungai Sumatera I untuk segera melakukan langkah dan penanganan agar banjir kiriman seperti ini tidak terus berlanjut.

“Banjir luapan sungai Alas/Lawe Soraya ini merupakan kewenangan Kementerian PU di bawah Pengendalian Balai Wilayah Sungai - Sumatera I. Untuk penanganan perlu dilakukan secara permanen,” kata Kalak BPBD Aceh Selatan.

Hingga Senin (17/12), Tim Gabungan BPBD, Satgas SAR, Tagana, PMI dan TNI, Polri, kata Cut Sazalisma terus memantau ketinggian air dan menyiagakan rubber boat untuk mengevakuasi masyarakat.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved