Jembatan Krueng Manggi tak Dibangun

DPRK Aceh Barat mempertanyakan proyek pembangunan jembatan yang menggunakan dana Otonomi Khusus

Jembatan Krueng Manggi tak Dibangun
IST
RAMLI, Ketua DPRK Aceh Barat

* Dana Rp 4,8 M Hangus

MEULABOH - DPRK Aceh Barat mempertanyakan proyek pembangunan jembatan yang menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2018 sebesar Rp 4,8 miliar, namun tidak dikerjakan di Aceh Barat hingga akhir tahun. Proyek dana Otsus kabupaten yang dikelola provinsi itu berupa pembangunan jembatan rangka baja Krueng Manggi, Kecamatan Panton Reu.

Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE kepada Serambi, Selasa (18/12), mengatakan, dirinya sudah terjun ke lokasi proyek dan melihat tidak ada tanda-tanda pembangunan. “Saya sudah meninjau lokasi. Tidak ada tanda-tanda pelaksanaan pekerjaan. Padahal, tahun anggaran 2018 akan berakhir beberapa hari lagi,” kata Ramli SE.

Menurutnya, proyek jembatan Krueng Manggi berupa pengadaan dan pemasangan besi untuk menghubungkan ke sejumlah desa di Kecamatan Panton Reu. Namun, karena tidak dikerjakan, maka anggaran sebesar Rp 4,8 miliar menjadi hangus atau silpa untuk tahun 2019.

Dikatakan, lantaran tidak dikerjakan, DPRK Aceh Barat berencana memanggil pihak provinsi yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh serta dinas terkait lain di Aceh Barat. “Persoalan jembatan ini merupakan kegagalan rekanan serta pengawasan yang lemah oleh dinas, sehingga gagal dibangun,” tandasnya.

Selain itu, Ketua DPRK Aceh Barat juga mempertanyakan sebuah proyek yang sedang dikerjakan, yakni jembatan rangka baja di Pasi Masjid-Ranto Panyang, Kecamatan Meureubo, dengan anggaran Rp 2,7 miliar. Dalam pelaksanaannya, ternyata pemasangan besi pancang hanya menggunakan alat berat beko. “Dalam aturan, harus menggunakan alat crane, tidak boleh beko,” kata Ramli.

“Proyek saat ini memang sedang dikerjakan. Kami melihat provinsi kurang mengawasi. Kami khawatir bila dipancang dengan beko, kualitas kurang baik. Apalagi dalam aturan kontrak pekerjaan menancap tiang pancang itu harus menggunakan alat crane,” timpalnya kembali.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra kepada wartawan kemarin mengatakan, timnya juga sudah turun meninjau proyek abutment jembatan Pasi Masjid, Kecamatan Meureubo.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, mutu proyek kurang kualitas. “Kami meragukan kualitas. Kami meminta tim provinsi turun untuk memastikan kembali, sehingga pekerjaan bisa sesuai dengan apa diterakan pada dokumen kontrak,” kata Edy.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved