Wabup Sampaikan Persoalan Banjir Trumon ke Presiden

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan, Tgk Amran mengaku sudah menyampaikan langsung kepada Presiden

SERAMBI/TAUFIK ZASS
Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan bantuan untuk korban banjir Aceh Selatan, Subulussalam dan Singkil. Bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya itu khusus untuk Aceh Selatan diserahkan secara simbolis melalui Sekda Aceh Selatan, H Nasjuddin SH MM, Selasa (18/12). 

* Banjir Singkil Surut

TAPAKTUAN - Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan, Tgk Amran mengaku sudah menyampaikan langsung kepada Presiden RI, Joko Widodo persoalan banjir di Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, saat Kepala Negara berkunjung ke Banda Aceh,14-15 Desember lalu.

“Saya sudah sampaikan persoalan banjir di Aceh Selatan kepada Presiden Jokowi dan alhamdulillah Bapak Presiden meresponsnya dengan baik,” kata Wabup Aceh Selatan, Tgk Amran, didampingi Sekda Selatan, H Nasjuddin MM, di ruang kerja Ketua DPRK Aceh Selatan, Selasa (18/12) siang.

Hal yang sama, menurut Tgk Amran, juga sudah dia sampaikan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, yang mengaku akan menyiapkan perencanaan yang matang untuk penanganan banjir di tiga wilayah bertetangga, yakni Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil. Terlebih karena ketiga daerah ini kerap mengalami banjir kiriman dari Aceh Tenggara (Agara) karena sungainya sama, yakni Sungai Alas atau disebut juga Lae Souraya.

Amatan Serambi, siklus banjir tersebut bisa terulang sedikitnya lima kali dalam setahun. Penyebabnya pun sama. Awalnya hujan mengguyur Agara dan debit airnya mengalir ke Lae Souraya. Sesampai di wilayah Subulusalam yang sungainya juga dangkal, air meluap dan menyebabkan banjir. Dua tiga hari bertahan di Subulussalam, airnya kemudian tiba di kawasan Trumon maupun Singkil dalam bentuk banjir kiriman.

Jadi, menurut Tgk Amran, penanganan banjir di kawasan ini harus dilakukan secara terpadu, mencakup tiga wilayah (Aceh Selatan, Subulussalam, dan Aceh Singkil).

“Bapak Plt Gubernur juga sudah merespons dan akan membuat perencanaan yang matang. Beliau berharap persoalan banjir di tiga wilayah ini ditangani dengan APBN. Mudah-mudahan walaupun tidak tuntas di masa pemerintahan kami, tapi kita berharap penanganan banjir ini sudah dimulai sekarang,” ungkap Tgk Amran.

Ia berpendapat, persoalan banjir di Trumon Raya (mencakup Kecamatan Trumon, Trumon Barat, dan Trumon Timur) tidak bisa hanya ditangani dengan cara melakukan normalisasi di beberapa aliran sungai setempat, melainkan perlu pembuatan kanal yang dananya tentu cukup besar dan butuh dukungan penuh dari Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.

“Beda halnya di Kluet Raya. Kalau di Kluet Raya banjirnya sepintas dan bisa dilakukan dengan normalisasi sungai dan pembangunan tebing pengaman. Sedangkan di Trumon Raya ini banjirnya merupakan banjir luapan yang tidak bisa ditangani hanya dengan normalisasi. Artinya, perlu dibuat kanal,” cetus Tgk Amran.

Agar tidak terjadi pro-kontra, Tgk Amran menyarankan agar pembangunan kanal teraebut melibatkan semua pihak supaya pelaksanaannya benar-benar bisa berjalan sesuai dengan rencana dan harapan masyarakat. Sebab, jika pembangunan kanal itu terealisasi maka pasti akan terkena kawasan hutan lindung.

“Oleh karenanya kita harus libatkan semua pihak sehingga program ini benar-benar bisa berjalan dengan baik, tanpa hambatan karena terjadinya pro-kontra terkait kawasan yang terkena dari pembangunan kanal dimaksud,” pungkas Tgk Amran.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Selatan, Teuku Zulhelmi mengapresiasi Pemkab Aceh Selatan yang serius mengatasi persoalan banjir yang terjadi berulang di Trumon Raya, termasuk dalam tiga hari terakhir.

Selaku pimpinan DPRK, Zulhelmi mendukung sepenuhnya program pemkab tersebut. “Kita dukung sepenuhnya langkah bupati dan wakil bupati untuk mengatasi persoalan banjir. Tidak hanya banjir di Trumon Raya, tetapi juga di wilayah Kluet. Soalnya, banjir di Aceh Selatan ini sudah terlalu sering membawa kerugian yang cukup besar bagi masyarakat dan daerah,” pungkas T Zulhelmi.

Sementara itu dari Singkil dilaporkan, banjir kiriman yang sejak Jumat(14/12) lalu merendam belasan desa di kecamatan itu dan bertahan selama tiga hari, pada Senin (17/12) surut total. “Kondisinya sudah kembali normal. Banjir sudah surut total. Apalagi dalam empat hari ini cuaca di Aceh Singkil terik. Yang namanya banjir kiriman, biasanya berakhir di laut,” kata Yarwin Adi Dharma, warga Desa Ujung, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil yang dihubungi Serambi dari Banda Aceh tadi malam.

Sebelumnya, Desa Ujung, Kilangan, Siti Ambia, Sukamakmur, Rantau Gedang, Pea Bumbung, dan lainnya terendam banjir selama tiga hari. Akses jalan antardesa di kecamatan baru bisa dilewati pada Senin (17/12) siang setelah paginya banjir surut total. (tz/dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved