90 Persen Penulisan Bahasa Asing di Banda Aceh Masih belum Benar, Ini Kata Ketua IKAT

Sekitar 90 persen penulisan bahasa asing di Banda Aceh masih belum benar.

90 Persen Penulisan Bahasa Asing di Banda Aceh Masih belum Benar, Ini Kata Ketua IKAT
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Ketua IKAT Aceh, M Fadhil Rahmi Lc 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Sekitar 90 persen penulisan bahasa asing di Banda Aceh masih belum benar.

Hal itu meliputi terjemahan, struktur bahasa, dan grammar.

Fakta itu diketahui dari hasil penelitian lapangan dari Lembaga Bahasa dan Terjemah IKAT Aceh di Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA se Banda Aceh.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan Ketua IKAT Aceh, H.M. Fadhil Rahmi, Lc di Aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kamis, (20/12/2018.

Baca: Hebat! Anggota Kodim Bireuen Ini Kuasai Tujuh Bahasa Asing, Begini Cara Ia Belajar dari Medsos

Objek penelitian adalah penulisan kata-kata hikmah dalam bahasa asing, baik bahasa arab maupun inggris.

Dalam paparan yg langsung disampaikan oleh Ketua IKAT Aceh, H.M. Fadhil Rahmi,Lc mengatakan bahwa yang diteliti mencakup uslub/struktur, spelling/syakal, grammar dan terjemahan.

"Lebih dr 90% penulisan masih terdapat kesalahan. Ada dari sisi terjemah, struktur bahasa, grammar dan lainnya," ungkap Fadhil

Sebanyak 87 SD, 35 SMP dan 39 SMA/SMK didatangi oleh tim dan ada 1359 objek penelitian.

"Kita teliti semua yg terdapat dalam lingkungan sekolah, baik yang tertampang di depan kelas, tertulis di dinding maupun wadah lainnya, "lanjut Fadhil.

Baca: Putri Leonor yang Berusia 13 Tahun, Fasih 4 Bahasa Asing, Pewaris Takhta Kerajaan Spanyol

Maka, melihat fakta tersebut idealnya ada perhatian serius dari pemengang kebijakan, khususnya dinas pendidikan, baik kab/kota maupun provinsi, begitu juga Kementrian Agama RI yg membawahi sekolah-sekolah agama.

"Untuk menghindari dan menghentikan pengulangan kesalahan, kami rekomendasikan agar ada verifikasi dari lembaga legal dan kompeten terhadap penggunaan dan pemakaian bahasa asing, tidak hanya di sekolah namun juga disegala lini, " pinta Fadhil.

Selain Fadhil, hadir juga sebagai pemateri Khairurrazi, Kepala Sekolah SMA 1 Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, yg diwakili Zulkifli, Dr. Fikri Sulaiman, Lc, MA, Pakar Bahasa.

Hadir juga, Thaharuddin, wakil dari Kanwil Kemenag RI. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved