IKAT Teliti Penggunaan Bahasa Arab dan Inggris Siswa di Banda Aceh, 90 Persen belum Benar

Sebanyak 87 SD, 35 SMP, dan 39 SMA/SMK didatangi oleh tim peneliti IKAT, dengan total 1359 objek penelitian.

IKAT Teliti Penggunaan Bahasa Arab dan Inggris Siswa di Banda Aceh, 90 Persen belum Benar
SERAMBINEWS.COM/Handover
Ketua IKAT Aceh, HM Fadhil Rahmi (baju putih), memaparkan hasil penelitian penggunaan bahasa asing (Arab dan Inggris) di kalangan siswa sekolah (SD, SMP, dan SMA) di Banda Aceh. 

SERAMINEWS.COM, BANDA ACEH - Lembaga Bahasa dan Terjemah Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, sejak beberapa waktu lalu melakukan penelitian lapangan terhadap penggunaan bahasa asing (Arab dan Inggris) di kalangan siswa sekolah (SD, SMP, dan SMA) di Banda Aceh.

Hasilnya, lebih dari 90 persen penulisan masih terdapat kesalahan. Ada dari sisi terjemah, struktur bahasa, grammar, dan lainnya.

Hasil penelitian ini dipaparkan Ketua IKAT Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, dalam sebuah kegiatan di Aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kamis (20/12/2018).

Fadhil Rahmi mengatakan objek penelitian adalah penulisan kata-kata hikmah dalam bahasa Arab maupun Inggris.

“Yang diteliti mencakup uslub/struktur, spelling/syakal, grammar, dan terjemahan. Lebih dari 90 persen penulisan masih terdapat kesalahan. Ada dari sisi terjemah, struktur bahasa, grammar, dan lainnya," ungkap Fadhil.

Baca: Kegiatan Tim Tahsin IKAT di Aceh Tengah, Mengajar Tajwid, Safari Subuh, Hingga Ceramah Maulid

Sebanyak 87 SD, 35 SMP, dan 39 SMA/SMK didatangi oleh tim peneliti IKAT, dengan total 1359 objek penelitian.

"Kita teliti semua yang terdapat dalam lingkungan sekolah, baik yang tertampang di depan kelas, tertulis di dinding, maupun wadah lainnya," lanjut Fadhil.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, IKAT memandang perlunya serius dari pemengang kebijakan, khususnya dinas pendidikan, baik kabupaten/kota maupun provinsi, begitu juga Kementrian Agama RI yang membawahi sekolah-sekolah agama.

"Untuk menghindari dan menghentikan pengulangan kesalahan, kami rekomendasikan agar ada verifikasi dari lembaga legal dan kompeten terhadap penggunaan dan pemakaian bahasa asing, tidak hanya di sekolah namun juga di segala lini," pinta Fadhil.

Selain Fadhil, pemateri lain dalam kegiatan tersebut adalah, Pakar Bahasa Dr Fikri Sulaiman Lc MA, Kepala Sekolah SMA 1 Banda Aceh, Khairurrazi, perwakilan Dinas Pendidikan Aceh Zulkifli, perwakilan Kemenag Aceh, Thaharuddin.

Baca: Ustadz Abdul Somad Isi Ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di Paloh Kota Lhokseumawe, Ini Jadwalnya

Baca: Jawab Pertanyaan Jamaah Soal Kepemimpinan Jokowi, Ustadz Abdul Somad: Mantap

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved