Opini

Konsorsium PT dalam Memerangi Kemiskinan

UPAYA untuk memeratakan kesejahteraan bagi setiap orang dari suatu bangsa harus terus-menerus dilakukan

Konsorsium PT dalam Memerangi Kemiskinan
SERAMBI/SAID KAMARUZZAMAN
Alumni puluhan Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia menyatakan antiradikalisme, terorisme, dan komunisme. Pernyataan sikap bersama ini dibacakan di Halaman Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Rabu (20/12/2017). 

Pertemuan selanjutnya disepakati untuk dilaksanakan di satu zona di atas pada akhir 2018 atau awal 2019 dengan mengajak keikutsertakan semua atau sebagian besar PT di seluruh Aceh.

Memerangi kemiskinan
Peran PT dalam konteks penanggulangan atau memerangi kemiskinan menurut rumusan TKP2K Aceh (2018) bisa diarahkan untuk: Pertama, melahirkan lulusan yang kompeten (memiliki life skill yang sesuai perkembangan kekinian), mandiri (tidak bergantung dan menjadi beban keluarga), serta memiliki jiwa kewirausahaan (dapat menciptakan lapangan kerja baru) sebagai pelaksanaan Tri Dharma pertama (pendidikan);

Kedua, melahirkan kajian-kajian yang dapat mendukung ketepatan pengambilan keputusan oleh pemerintah (baik Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota) sebagai pelaksanaan Tri Dharma kedua (penelitian); Dan, ketiga, menjadi agen penanggulangan kemiskinan di gampong/desa melalui revitalisasi program KKN dari pola KKN konvensional menjadi KKN inovatif, yang mengusung kerangka penanggulangan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan sebagai pelaksanaan Tri Dharma ketiga (pengabdian kepada masyarakat).

Guna mewujudkan harapan di atas, konsorsium PT dalam pertemuan kedua nanti akan melahirkan rumusan model dan kluster peran dari masing-masing (atau kelompok) PT dalam setiap bidang bidang Tri Dharma. Model yang akan dikembangkan berupa pola atau framework pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menurut kebutuhan percepatan penanggulangan kemiskinan. Tri Dharma yang paling langsung bersentuhan dengan rakyat miskin adalah pengabdian kepada masyarakat.

Sudah banyak model yang dikembangkan untuk bidang ini dan yang terbaru adalah pengabdian Universitas Membangun Desa (UMD) yang dilahirkan dan disponsori oleh sebuah organisasi kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia bernama Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) sejak 2016-2017. UMD Angkatan ke-1 (UMD 1.0) terdiri dari empat PT di Indonesia dan UIN Ar-Raniry adalah satu di antaranya.

Dalam pengadiannya, UMD UIN Ar-Raniry mengembangkan model pengabdian melalui Kuliah Pengabdian Kepada Masyarakat (KPM) Inovatif-Tematik yang dalam pelaksanaannya melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai pendamping program. Inovatifnya adalah pada pengintegrasian penelitian dan pengabdian dosen (beserta semua unit kerja kampus terkait) untuk melahirkan karya tulis yang layak dimuat pada jurnal-jurnal ternama dan bisa diikutkan pada konferensi nasional dan internasional, serta hasil kajiannya aplikatif untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Tematiknya adalah pada penentuan satu tema, khusus untuk UIN Ar-Raniry bertema ekonomi kreatif melalui pemanfaatan bahan baku enceng gondok yang dipusatkan di tiga desa miskin di Kecamatan Arongan Lambalek (Arlamba), Kabupaten Aceh Barat. Hasil dampingan ini telah memberikan dampak perbaikan ekonomiyang sangat signifikan bagi sebagian masyarakat dengan sudah semakin dikenalnya produk-produk kerajinan mereka di dalam dan di luar negeri.

Hasil dampingan paling mutakhir telah sampai kepada mengantarkan mereka berhasil membangun hubungan pemasaran (market linkage) walaupun masih ada kendala bagi pengrajin untuk memproduksi dalam jumlah besar dengan kualitas (quality control) tetap terjaga.

Guna memperluas dan mempercepat pengembangan life skills dan kemandirian di kalangan masyarakat miskin, semua PT di Aceh sangat diharapkan untuk berhimpun dan berkolaborasi dalam satu konsorsium untuk berpikir dan berbuat bersama-sama dengan pemerintah melalui TKP2K Aceh yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh. Dengan spesifikasi keahlian dan kelebihannya, masing-masing PT bisa mengembangkan model penelitian dan pengabdian untuk diaplikasikan di wilayah-wilayah tertentu secara sendiri-sendiri atau kolaboratif dengan satu atau dua PT lainnya.

Sambil menunggu matangnya rumusan konsep KKN atau KPM inovatif-tematik, beberapa PT di Aceh bisa mereplikasi model yang telah berhasil diaplikasikan oleh UIN Ar-Raniry di Arlamba dan model-model lainnya yang juga telah berhasil diaplikasikan oleh PT lainnya di Aceh dan Indonesia pada umumnya. Perluasan aplikasi model peran PT yang didiskusikan di atas diyakini akan sangat membantu upaya pemerintah memeratakan kesejahteraan bangsa. Semoga!

* Lukman Ibrahim, Dosen tetap Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan Tenaga Ahli pada Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Aceh. Email: lukman.uny10@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved