Kunjungi SDIT Muhammadiyah Bireuen, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Bicara Pendidikan dan Singapura

Ketua MPR RI, Dr Zulkifli Hasan SE MM, Kamis (20/12/2018) mengunjungi SDIT Muhammadiyah Bireuen di Geulanggang Baro, Kuta Juang, Kabupaten Bireuen.

Kunjungi SDIT Muhammadiyah Bireuen, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Bicara Pendidikan dan Singapura
DOK SDIT MUHAMMADIYAH BIREUEN
Ketua MPR RI, Dr Zulkifli Hasan SE MM mengunjungi SDIT Muhammadiyah Bireuen di Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ketua MPR RI, Dr Zulkifli Hasan SE MM dan rombongan, Kamis (20/12/2018) mengunjungi SDIT Muhammadiyah Bireuen di kawasan Desa Geulanggang Baro, Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Kunjungan ke sekolah dasar tersebut dilakukan setelah ia bertemu dengan kader PAN di Bireuen.

Kedatangan Ketua MPR RI bersama rombongan disambut seluruh siswa dan guru.

Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen, Rizky Dasilva SPdI MA dalam pertemuan singkat itu mengatakan, SDIT adalah sekolah yang sangat sederhana tapi mempunyai prestasi tingkat nasional. Sebagian besar murid sekolah ini adalah penghafal Alquran.

Siap-siap! Penerimaan Pegawai Kontrak (P3K) Dibuka Januari 2019, Ini Jadwal dan Salah Satu Syaratnya

Video Detik-detik Brimob Hancurkan Markas KKB di Papua

Pimpinan Muhammadiyah Bireuen, dr Athaillah SpOG mengatakan, selama ini pihaknya terus meningkat kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Saat ini sudah terdapat 6 sekolah Muhammadiyah di Bireuen.

Sementara Ketua MPR RI dalam kunjungan itu antara lain mengatakan, hanya pendidikan yang mampu merubah peradaban di Indonesia.

Pendekatan Militer sebagai Resolusi Konflik di Papua, Tidakkah Pemerintah Belajar dari DOM Aceh?

Bambang Suryo Beber Dalang Pengaturan Skor Sepak Bola Indonesia, Bawa Buku Biru dan Bongkar Runner

Ditambahkan, jika melihat negara tetangga seperti Singapura, di sana tidak ada sawah, tidak ada kelapa sawit, tidak ada Muhammadiyah, tidak ada NU dan organisasi lainnya.

“Singapura hanya negara kecil, tapi peradaban mereka maju, karena mereka punya pendidikan yang berkarakter,” ujarnya.

Ditambahkan, bangsa Indonesia perlu terus meningkatkan pendidikan, supaya tidak menjadi bangsa yang konsumtif.(*)

Ali Ngabalin Pertanyakan Gelar Profesor Rocky Gerung, Karni Ilyas Akui ILC yang Bersalah

OTT di Kantor KONI, KPK Amankan Uang Sekitar Rp 7 Miliar terkait Kasus Suap Dana Hibah Kemenpora

Aturan Baru BPJS Kesehatan - Ini Sanksi Bagi Keluarga yang tidak Daftarkan Bayinya Sejak Lahir

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved