Breaking News:

Pembunuh Gajah Jinak Bunta Divonis 4 Tahun Penjara

Terbukti membunuh gajah yang dilindungi pemerintah Indonesia, akhirnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Idi, memvonis dua terdakwa..

Penulis: Seni Hendri | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Terpidana kasus pembunuhan gajah jinak Bunta, Amiruddin, saat menjalani sidang putusan di PN Idi, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI – Terbukti membunuh gajah yang dilindungi pemerintah Indonesia, akhirnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Idi, memvonis dua terdakwa kasus pembunuhan gajah jinak Bunta, dalam sidang terbuka untuk umum, yang berlangsung di PN Idi, Kamis (20/12/2018).

Kedua terpidana itu divonis sama.

Tapi, pembacaan putusan terpisah oleh Ketua Majelis Hakim, Irwandi SH, dengan Hakim Anggota Khalid SH, dan Andi Efendi SH, serta dihadiri JPU Fajar SH, dan Wahyu SH, dan Penasehat Hukum terdakwa Alidin, Indra Kusmeran SH.

Keduanya divonis penjara sama yaitu, dengan pidana penjara selama 4 tahun,  dan denda Rp 100 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Baca: Jaksa Tuntut 4,6 Tahun untuk Dua Terdakwa Pembunuh Bunta, Gajah Jinak di Serbajadi, Aceh Timur

Baca: Berhasil Ungkap Pembunuhan Gajah Jinak Bunta, Polres Aceh Timur Dapat Penghargaan

Baca: Gajah Jinak Bunta Dibunuh Mantan Juru Masak di CRU Serbajadi

“Mengadili. Pertama, menyatakan Alidin terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakuan tindak pidana melakukan pembunuhan satwa yang dilindungi. Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa  dengan pidana penjara selama 4 tahun, dan denda sebesar Rp 100 juta rupiah dengan ketentuan apabila denda itu tidak dibayar maka harus diganti dengan pidana penjara 6 bulan,” ungkap Ketua Majelis Hakim Irwandi SH saat membacakan putusan.

Hukuman kedua terpidana ini lebih ringan dari tuntutan JPU sebelumnya yang menuntut mereka berdua masing-masing 4,6 tahun penjara, dan denda 1 miliar atau diganti dengan hukuman tambahan 6 bulan kurungan.

Kedua terpidana dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) UU NOmor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dengan ancaman pidana penjara 5 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Usai pembacaan putusan, terpidana Alidin, belum menerima putusan tersebut, dan akan melakukan upaya hukum selanjutnya melalui penasehat hukumnya.

Sedangkan, terpidana Amiruddin alias Bakwan, menerima putusan yang telah dibacakan majelis hakim, karena itu ia tidak melakukan upaya hukum apapun. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved