Soal Pendapatan 'Bodong' di RAPBK 2019, Ini Kata Kadis Kelautan dan Perikanan Pidie

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie, Ir Tarmizi angkat bicara terkait sorotan tentang adanya pendapatan 'bodong' dalam RAPBK 2019 Pidie.

Soal Pendapatan 'Bodong' di RAPBK 2019, Ini Kata Kadis Kelautan dan Perikanan Pidie
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Ir Tarmizi, Kadis Kelautan dan Perikanan Pidie. 

Laporan Nur Nihayati| Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie, Ir Tarmizi angkat bicara terkait sorotan tentang adanya pendapatan 'bodong' dalam Rancangan Pendapatan Belanja Kabupaten (RAPBK) 2019 yang sedang dibahas di dewan.

Kepada Serambinews.com, Kamis (20/12) Tarmizi mengatakan, sebenarnya adanya angka pendapatan dalam draf RAPBK itu hasil koordinasinya dengan Dinas Keuangan.

Ia sendiri menyadari jika ada tiga item di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Pasi Peukan Baro tidak lagi mendapatkan pendapatan, tapi menjadi aset daerah.

Ketiganya yakni cold strorage (mesin pembeku), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), dan pabrik es.

"Itu sudah jadi besi tua semua tidak menghasilkan apa-apa," jelasnya.

Sebenarnya, Tarmizi mengaku tidak mengerti kenapa dikatakan pendapatan bodong.

"Saya prihatin dengan kata-kata bodong. Apa maksudnya," kata Tarmizi.

Menurut Tarmizi, pada pembahasan anggaran tahun 2017 ia sudah pernah meminta kepada panitia anggaran (Banggar) supaya tiga item di atas tersebut dihapus.

Lalu Banggar meminta dirinya berkoordinasi dengan Dinas Keuangan.

Halaman
12
Penulis: Nur Nihayati
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved