Bupati Aceh Barat Kalah Lagi di PTUN

Dua majelis hakim berbeda di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh yang menyidangkan kasus gugatan

Bupati Aceh Barat Kalah Lagi di PTUN
ist
Keuchik Latong, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya memperlihatkan surat pemberhentiannya sebagai keuchik

MEULABOH - Dua majelis hakim berbeda di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh yang menyidangkan kasus gugatan pemecatan keuchik di Aceh Barat, Kamis (20/12), menerima seluruh gugatan yang diajukan kedua keuchik tersebut. Dengan diterima gugatan itu, berarti Bupati Aceh Barat, Ramli MS, selaku tergugat kembali kalah di persidangan tersebut. Kekalahan kemarin merupakan yang kedua kali dialami Bupati Ramli setelah dalam sidang Rabu (12/12) pekan lalu dengan penggugat tiga keuchik lain dari Aceh Barat, ia juga mengalami hal yang sama. Dalam sidang kemarin, dua majelis hakim memerintahkan Bupati Ramli MS untuk melantik kembali kedua keuchik yang sudah dipecat tersebut.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, kedua sidang itu dihadiri pengacara penggugat dari Kantor Pengacara TSA Advocates Banda Aceh, Syahrul SH. Sementara tergugat diwakili penasihat hukumnya, Ishak SH dan tim Bagian Hukum Setdakab setempat serta pengacara negara Kejari Aceh Barat. Turut hadir dua mantan keuchik Bustaman dan Anwar serta Sofyan Suri dari Forum Persaudaraan Keuchik di Aceh Barat.

Sidang beragendakan pembacaan putusan tersebut diawali dengan gugatan Anwar (mantan keuchik Pasie Lunak, Kecamatan Woyla, diberhentikan tetap) dan kemudian dilanjutkan dengan gugatan Bustaman (mantan keuchik Keureuseng, Kecamatan Samatiga, diberhentikan sementara). Untuk gugatan Anwar, majelis hakim diketuai Fandy Kurniawan Pattirajdja SH MKn dan dibantu hakim anggota Azzahrawi SH dan Miftah Saad Caniago SH MH. Sedangkan gugatan Bustaman dipimpin hakim Azzahwi SH dengan anggota Fandy Kurniawan Pattirajdja SH MKn dan Miftah Saad Caniago SH MH.

Kedua majelis hakim ketika membacakan amar putusan menyatakan menerima gugatan penggugat dalam pokok perkara. Selain itu, membatalkan surat keputusan (SK) Bupati Aceh Barat terhadap pengangkatan pejabat sementara (pjs) keuchik serta mewajibkan pengangkatan kembali ketiga keuchik tersebut hingga berakhir masa tugasnya. Hakim juga meminta penggugat dan tergugat untuk bermusyawarah demi kemajuan desa masing-masing.

Setelah pembacaan vonis, masing-masing majelis hakim memberi kesempatan kepada tergugat yang diwakili kuasa hukumnya untuk menyatakan apakah menerima atau pikir-pikir terhadap putusan tersebut dalam waktu 14 hari ke depan. Bila tak menerima, dipersilakan melakukan upaya banding. Namun, dalam sidang kemarin penasihat hukum tergugat tak memberikan jawaban.

Majelis hakim PTUN Banda Aceh kemarin juga menyidangkan gugatan yang dilayangkan Fauzan (mantan keuchik Marek, Kecamatan Kaway XVI, diberhentikan sementara) dengan agenda penyerahan bukti dari penggugat dan tergugat. Sidang itu juga terkait pemecatan keuchik oleh Bupati Ramli MS. Dalam sidang tersebut, penggugat diwakili pengacaranya Syahrul SH dan tergugat oleh Ishak SH.

Sementara pada Rabu (19/12), PTUN Banda Aceh menyidangkan kasus gugatan yang dilayangkan M Salem (mantan keuchik Teuping Panah Kecamatan Kaway XVI, diberhentikan sementara) terkait pemecatan oleh Bupati Ramli MS. Sidang tersebut beragendakan pembacaan gugatan oleh pengacara keuchik, Syahrul SH. Sedangkan pihak tergugat yang diwaliki oleh penasihat hukumnya belum membacakan bantahan gugatan dan meminta waktu sampai pekan depan.

Informasi diperoleh Serambi, kemarin, tiga keuchik lain yang juga berasal dari Kecamatan Kaway XVI masih dalam tahap persidangan di PTUN Banda Aceh. Mereka adalah Zainuddin (mantan keuchik keuchik Palimbungan, diberhentikan sementara), Jaridon Hasyem (Keuchik Keude Tanjong, diberhentikan sementara), dan Nyak Ali (mantan Keuchik Pasie Meugat, diberhentikan sementara).

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga majelis hakim berbeda di PTUN Banda Aceh menyidangkan kasus gugatan pemecatan keuchik, menerima seluruh gugatan yang dilayangkan tiga mantan keuchik dari Aceh Barat. Tiga keuchik yang menang dengan tergugat Bupati Ramli MS adalah Husaini (mantan keuchik Suak Trieng, Kecamatan Woyla diberhentikan tetap), Kamaruzzaman (mantan keuchik Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI diberhentikan sementara) dan Miswar (mantan Keuchik Pasi Mali, Kecamatan Woyla Barat diberhentikan tetap).

Seperti diberitakan sebelumnya, sepuluh keuchik di Aceh Barat beramai-ramai mengajukan gugatan ke PTUN Banda Aceh. Mereka tak terima dipecat sepihak dan semena-mena oleh Bupati Ramli MS yang dalam setahun terakhir kembali memimpin Aceh Barat.

Para keuchik tersebut dipecat dengan dalih ada temuan Inspektorat dalam penggunaan anggaran di desa masing-masing dan kemudian dilantik sebagai pejabat sementara (Pjs) keuchik sebagai pengganti mereka yang dipecat tersebut. Selain melayangkan gugatan ke PTUN, keuchik yang dipecat itu juga sempat berdelegasi ke DPRK. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved