Kumpulan Ucapan Selamat Hari Ibu 22 Desember: Dari Kata Mutiara hingga Puisi yang Menyentuh Hati

Umumnya anak akan bangun dari tidurnya di pagi hari, datang dan mengecup kening ibunya serta memberikan selamat.

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Ibu 22 Desember: Dari Kata Mutiara hingga Puisi yang Menyentuh Hati
Instagram/rayabgr
Kumpulan Ucapan Selamat Hari Ibu dari Kata-Kata Mutiara hingga Puisi yang Menyentuh Hati Hari Ini 22 Desember 2018 

Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk Ibundamu

Dan jangan bikin satu kalipun untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu

 

Kalau Ibundamu menangis, para malaikat menjelma butiran-butiran air matanya

Dan cahaya yang memancar dr airmata ibunda membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

 

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala menutup pintu sorga bagimu

Baca: Tak Bisa Urus SIM dan Paspor jika Belum Daftar BPJS Kesehatan? Begini Penjelasan Dirut BPJS

PUISI #2 Sajak Ibu oleh Widji Tukul

Ibu pernah mengusirku minggat dari rumah

Tetapi menangis ketika aku susah

Ibu takbisa memejamkan mata

Bila adikku tak bisa tidur karena lapar

 

Ibu akan marah besar

Bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami

Ibuku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang

Ketabahan ibuku

 

Mengubah rasa sayur murah menjadi sedap

Ibu menangis ketika aku mendapat susah

Ibu menangis ketika aku bahagia

Ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda

Ibu menangis ketika adikku keluar penjara

 

Ibu adalah hati yang rela menerima

Selalu disakiti oleh anak-anaknya

Penuh maaf dan ampun

Kasih sayang Ibu adalah kilau sinar kegaiban Tuhan

 

Membangkitkan haru insandengan kebijakan

Ibu mengenalkan aku kepada Tuhan

PUISI #3 Puisi Ibu oleh Chairil Anwar

Pernah aku di tegur

Katanya untuk kebaikan

Pernah aku dimarah

Katanya membaiki kelemahan

Pernah aku diminta membantu

Katanya supaya aku pandai

 

Ibu . . . . .

 

Pernah aku merajuk

Katanya aku manja

Pernah aku melawan

Katanya akudegil

Pernah aku menangis

Katanya aku lemah

 

Ibu . . . . .

 

Setiap kali aku tersilap

Dia hukum aku dengan nasihat

Setiap kali aku kecewa

Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan

Dia ubati dengan penawar dan semangat

dan bila aku mencapai kejayan

Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

 

Namun . . . . .

Tidak pernah aku lihat air mata dukamu

Mengalir di pipimu

Begitu kuatnya dirimu….

 

Ibu . . . . .

 

Aku sayang padamu….

Tuhanku….

Aku bermohon padaMu

Sejahterahkanlah dia

Selamanya…..

 

PUISI #4 Ibu Oleh Khalil Gibran

Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan

Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan

 

Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan

Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganya tanpa henti

 

Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang susuk Ibu

Matahari ada lah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan pancaran panasnya

 

Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari

meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-burung dan anak-anak sungai

 

Dan bumi adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bungan menjadi ibu yang baik bagi buah-buahan dan biji-bijian

Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh dengan keindahan dan cinta

PUISI #5 Bulan untuk Ibu oleh Raudal Tanjung Banu

Ibu, di tubuhmu yang tabu untuk kusentuh

Kulabuhkan ingatan keparat dan menyesakkan demi sebait puisi yang menjadikan engkau bulan

 

Akan bangkit gairah yang runtuh

Meski ajal dan kepulangan terlanjur sudah dijanjikan

 

Tungku-tungku telah dinyalakan

Kutu-kutu telah ditindas dari rambut.

 

Sagu-sagu telah di tebang dari lahan gambut.

Susu-susu sudah di peras dari setiap daging yang tumbuh

Padi-padi telah ditumbuk dari lumbung dan lesung

 

Lalu, apalagikah yang belum genap

dari tubuhmu, Ibu ?

 

Di tubuhmu bersarang seluruh rangrang dan burung-burungluruh sayap.

Pisau tak bersarung

Alu yang berderap. Pun sepatu dan debu

Bumbu-bumbu dan warung kopi penuh cakap tapi tidak tentang kepulangan !

Biarlah, Ibu,kepulangan menjadi milikku seseorang, milik ajal dan gairah tak tertahankan

 

Agar bangkeit segala yang runtuh,

Hingga tubuhmu tak lagi tabu aku sentuh

dengan tangan panjang kenanganku

 

Begitulah Ibu, tuubuhmu menjelma jadi sepotong labu dalam arus pikiranku hijau, telanjang, berlumut, terapung hanyut ke laut pengembara

 

Maka di ujung puisi ini, sebelum turun hujan

Kujadikan engkau bulan.

 (Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Kumpulan Ucapan Selamat Hari Ibu dari Kata-Kata Mutiara hingga Puisi yang Menyentuh Hati 22 Desember

Editor: Amirullah
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved