Media Australia Tuding TNI Gunakan Senjata Kimia Saat Buru KKB Papua

Foto-foto lain yang diterima The Saturday Paper menunjukkan 'bom berujung kuning', yang dikumpulkan oleh penduduk desa.

Facebook TPNPB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. 

Dimana pakaian korban terlihat robek atau sengaja dipotong seukuran luka.

Tujuh orang disebut telah meninggal akibat serangan tersebut dan ribuan orang lainnya melarikan diri ke perbukitan.

Foto-foto lain yang diterima The Saturday Paper menunjukkan 'bom berujung kuning', yang dikumpulkan oleh penduduk desa.

The Saturday Paper menyebut berdasarkan foto yang mereka terima sejumlah senjata yang digunakan oleh TNI tampak seperti fosfor putih, senyawa kimia yang dilarang di bawah hukum internasional untuk digunakan sebagai senjata perang.

Baca: Berbagi Jilbab Warnai Hari Ibu di Aceh Tamiang

Dari sejumlah foto yang diterima The Saturday Paper, salah satunya disebut menunjukkan seorang pria terbalut perban basah, berupaya untuk meringankan rasa sakitnya akibat terkena senjata yang disebut sebagai Fosfor Putih.

Foto yang lain disebut menunjukkan seorang wanita di samping makam seseorang yang terbunuh dalam pemboman.

Adapula foto yang disebut menggambarkan beberapa peluru yang tidak meledak dengan hati-hati dikumpulkan oleh penduduk desa.

Sisanya, disebut foto-foto korban meninggal akibat serangan bom yang dilakukan TNI.

Foto-foto itu dikatakan diambil antara tanggal 4 dan 15 Desember 2018.

Baca: Berbagi Jilbab Warnai Hari Ibu di Aceh Tamiang

Tiga orang tewas berasal dari sebuah desa bernama Mbua, di wilayah Nduga.

Nama mereka adalah Mianut Lokbere, Nison Tabuni dan Mendus Tabuni.

Empat orang lainnya terbunuh di sebuah desa bernama Yigili.

"Itu terjadi pada 15 Desember 2018," kata seorang pria Mbua kepada The Saturday Paper.

“Pukul 11.25 waktu setempat. Mereka mati karena tentara Indonesia membom mereka dari helikopter," ujar sumber tersebut seperti dikutip.

Baca: Tak Daftarkan Bayi Baru Lahir sebagai Peserta JKN-KIS Bisa Dijatuhi Sanksi oleh BPJS Kesehatan

Sumber mengatakan setidaknya empat desa telah diserang, dari udara, dari artileri dan dari pasukan darat.

Tentara Indonesia telah menutup daerah itu.

The Saturday Paper menyebut TNI melakukan serangan udara usai insiden pembantaian pekerja Trans Papua.

Selain dugaan penyebaran fosfor putih, The Saturday Paper juga menyebut TNI menjatuhkan berbagai bahan peledak dan sejumlah pecahan peluru berkekuatan tinggi hingga menyelimuti desa-desa.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri Australia disebut mengakui kekerasan yang terjadi di wilayah Nduga.

Baca: Pompa PDAM Tirta Fulawan Mulai Dioperasikan Kembali setelah Lunasi Tunggakan Listrik

"Pemerintah Australia sadar akan terus melaporkan kekerasan di Nduga, Papua, termasuk laporan yang tidak diverifikasi tentang dugaan penggunaan 'proyektil fosfor'," kata seorang juru bicara seperti dikutip.

“Pemerintah mengutuk semua kekerasan di Papua, yang mempengaruhi warga sipil dan pihak berwenang. Kami akan terus memantau situasi, termasuk melalui misi diplomatik kami di Indonesia,” ujar juru bicara tersebut.

Fosfor putih adalah bahan yang terbuat dari alotrop yang umum dari unsur kimia fosfor yang digunakan dalam asap, iluminasi pelacak, dan amunisi.

Sementara itu, dalam wawancara tahun 2005 dengan Radiotelevisione Italiana, Peter Kaiser, juru bicara Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (sebuah organisasi yang mengawasi CWC dan melaporkan langsung ke Majelis Umum PBB), mempertanyakan apakah senjata yang mengandung Fosfor Putih harus jatuh di bawah ketentuan konvensi.

Baca: Warga Simeulue Antusias Sambut Ustadz Abdul Somad hingga ke Bandara Lasikin

Saat itu Peter menyebut bahwa Fosfor Putih tidak dilarang oleh CWC jika digunakan dalam konteks aplikasi militer yang tidak memerlukan atau tidak berniat untuk menggunakan sifat beracun fosfor putih.

Fosfor putih biasanya digunakan untuk menghasilkan asap, untuk gerakan kamuflase.

Jika itu adalah tujuan penggunaan fosfor putih, maka itu dianggap berdasarkan penggunaan yang sah menurut konvensi.

Baca: Penyair Pidie Jaya Terbitkan Kumpulan Puisi Arakundo di Jakarta

Jika di sisi lain sifat racun fosfor putih secara khusus dimaksudkan untuk digunakan sebagai senjata, yang tentu saja dilarang, karena cara konvensi terstruktur atau diterapkan, bahan kimia apa pun yang digunakan terhadap manusia atau hewan yang menyebabkan bahaya atau kematian melalui sifat racun dari bahan kimia tersebut dianggap sebagai senjata kimia.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Buru KKB Papua, TNI Dituding Gunakan Senjata Kimia oleh Media Australia

Penulis: Grid Network  

Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved