Masih Ada Kepsek tak Kenal Laptop

Di era pesatnya kemajuan teknologi informasi (IT) saat ini, ternyata masih ada kepala sekolah (kepsek) di Aceh

Masih Ada Kepsek tak Kenal Laptop
SERAMBINEWS.COM/ANSARI HASYIM
Budi Azhari (insert) 

* Terungkap Saat Presentasi di Disdikbud Agara

KUTACANE - Di era pesatnya kemajuan teknologi informasi (IT) saat ini, ternyata masih ada kepala sekolah (kepsek) di Aceh yang tidak mengetahui cara mengoperasionalkan komputer. Hal itu terungkap saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tenggara (Agara) meminta para kepsek mempresentasikan program sekolahnya.

Untuk diketahui, Disdikbud Agara sejak beberapa bulan lalu memang telah meminta para kepsek (SD dan SMP) untuk menyiapkan program unggulannya untuk tahun 2019, 2020 dan 2021. Para kepsek selanjutnya diminta untuk mempresentasikan program-program yang telah disiapkan kepada pihak dinas.

Program unggulan sekolah yang harus dipersiapkan kepsek itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sumber daya manusia (SDM) guru dan kepsek serta kemampuan IT-nya, termasuk juga meningkatkan SDM peserta didik (pelajar).

Saat ini, pihak dinas mulai menagih program unggulan tersebut. Sejak dua minggu lalu, sudah puluhan kepsek yang secara bergiliran mempresentasikan program unggulan sekolah mereka di Kantor Disdikbud Agara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agara, Bakri Syahputra Spd MSi, kepada Serambi, Sabtu (22/12), menyebutkan, total jumlah kepsek tingkat SD di daerahnya berjumlah 145 orang dan SMP 35 orang, dan ditargetkan akan tuntas pada Januari 2019.

Dari presentasi itulah terungkap bahwa ada beberapa kepsek yang sama sekali tidak mengetahui cara mengoperasionalkan komputer, serta menjalankan program windows dan excel.

“Dalam persentase itu ada juga kepsek yang gugup karena sama sekali tidak mampu mempresentasikan program sekolahnya. Mereka tidak bisa mengunakan laptop, program windows dan excel,” ungkap Bakri kepada Serambi, Sabtu (22/12).

Namun dia menegaskan jika presentasi itu bukan sebagai indikator untuk melakukan evaluasi atau mengukur kemampuan kepsek. Tetapi bersama-sama belajar dan membenahi pendidikan agar kualitas pendidikan di Agara dapat lebih baik dan maju. “Dari presentasi itu, kita bisa mengetahui program dari masing-masing sekolah, sehingga kualitas pendidikan dapat terus dibenahi dan ditingkatkan,” ujarnya.

Terpisah , Pengamat dan Pemerhati Pendidikan Aceh, Budi Azhari, saat dimintai tanggapannya menilai aneh jika saat ini masih ada kepala sekolah yang tidak mampu menggunakan komputer atau mengoperasikan Microsoft Office seperti Word dan Excel.

“Seharusnya semua guru termasuk kepala sekolah sudah familiar dan mampu menguasai program Microsoft Office, karena sudah dianggap menjadi kemampuan dasar bagi guru maupun kepala sekolah,” katanya kepada Serambi, Sabtu (22/12).

Menurut Budi Azhari, fenomena kepsek yang tidak menguasai word dan excel tidak hanya ada di Agara, tetapi juga di daerah lainnya di Aceh. Namun sebagian besar adalah guru-guru senior yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. “Hal ini juga umum terjadi di sekolah-sekolah tertinggal dan di pedalaman, karena memang prioritasnya bukan menguasai hal itu. Banyak hal lain yang menjadi prioritas bagi kepala sekolah di pedalaman, terutama menjamin terlaksananya proses belajar-mengajar,” imbuh akademisi UIN Ar-Raniry ini.

Namun dia menegaskan, ketidaktahuan kepsek terhadap komputer tidak sepenuhnya mutlak menjadi kesalahan mereka. Selama ini menurut Budi Azhari, kepsek memang kurang mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan. “Sangat jarang kita mendengar pelatihan peningkatan kapasitas atau pengembangan kompetensi kepala sekolah di kabupaten/kota. Juga banyak kepala sekolah yang diangkat tidak sesuai prosedur dan ini kesalahan dinas itu sendiri,” pungkasnya.

Penelusuran Serambi, Disdik Agara pada November 2017 lalu sebenarnya telah melakukan seleksi terhadap calon kepsek SD dan SMP. Dari 118 calon kepsek, sembilan di antaranya tidak memenuhi persyaratan, seperti golongan minimal III C, sertifikasi dan ijazah minimal S1. Para calon kepsek tersebut juga dites membuat makalah, kompetensi dan manajemen mengelola sekolah, serta kemampuan IT berupa penguasaan komputer dan lainnya.(as/yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved