Enam Bulan Dilaporkan, Dua Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak di Reskrimsus Polda, Ini Kata Ketua LP2IM

Kedua kasus itu pengadaan tanah Setdakab tahun 2014/2015 mencapai Rp 36 miliar dan kasus proyek SPAM IKK tahun 2016 mencapai Rp 20 miliar.

SERAMBINEWS.COM/IST
ilustrasi 

Laporan Asnawi Luwi I Aceh Tenggara

SERAMBINEWS. COM, KUTACANE - Lembaga Potensi Pengembangan Intelektual Muda (LP2IM) Aceh Tenggara M Sopian Desky melaporkan dua kasus dugaan korupsi ke Bareskrim Mabes Polri yang kini disupervisikan ke Reskrimsus Polda Aceh.

Namun sejauh ini kedua kasus tersebut dinilai mangkrak alias tidak berjalan pengusutannya.

Baca: Lomba Menembak Perbakin di Aceh Barat Berakhir, Ini Para Juaranya

"Kasus tersebut telah enam bulan disupervisikan Mabes Polri ke Reskrimsus Polda Aceh. Tapi, sepertinya tidak ada kemajuan sehingga masih jalan ditempat,"
Ketua Sopian Desky kepada Serambinews.com, Senin (24/12/2018).

Baca: Nagan Raya Pusatkan Peringatan Tsunami ke-14 di Kuala Pesisir

Menurut Sopian Desky, penyidik dinilai tidak serius mengusut tuntas kedua kasus tersebut. Yaitu pengadaan tanah Setdakab tahun 2014/2015 mencapai Rp 36 miliar dan kasus proyek SPAM IKK tahun 2016 mencapai Rp 20 miliar.

Baca: Mengapa Gunung Anak Krakatau Bisa Memicu Tsunami di Selat Sunda? Begini Penjelasan Ahli Vulkanologi

"Tapi belum juga ada perkembangannya hingga saat ini. Saya menilai kasus itu mengendap di Polda Aceh, " ujar Sopian Desky. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved