Ini Perbedaan Gelombang Tinggi dan Tsunami Menurut BNPB

kejadian itu sebagai gelombang tinggi yang disebabkan adanya bulan purnama yang menimbulkan gaya gravitasi tertentu

Ini Perbedaan Gelombang Tinggi dan Tsunami Menurut BNPB
Gelombang besar melewati tanggul pemecah ombak di Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (24/5/2016). Gelombang tinggi akibat hujan dan angin kencang mengakibatkan terhentinya operasional pelayaran dari Ulee Lheue, Banda Aceh ke Balohan, Sabang maupun sebaliknya. SERAMBI/BUDI FATRIA 

SERAMBINEWS.COM - Bencana tsunami Selat Sunda yang mengempas wilayah Provinsi Banten dan Lampung Sabtu (22/12/2018) lalu sempat menimbulkan polemik dan perdebatan.

Awalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kejadian itu sebagai gelombang tinggi yang disebabkan adanya bulan purnama yang menimbulkan gaya gravitasi tertentu.

Namun, BMKG kemudian merevisi pernyataannya dan mengubah gelombang tinggi menjadi tsunami setelah melakukan serangkaian analisis.

Baca: Warganet Ramai-ramai Tanggapi Artikel “Kenapa Aceh Juara 1 Miskin?”, Begini Komentar Mereka

Beda pernyataan ini terjadi karena fenomena yang cukup membingungkan, perpaduan antara gaya gravitasi bulan purnama dan erupsi Gunung Anak Krakatau di tengah Selat Sunda.

Padahal, menurut BMKG, Indonesia merupakan kawasan kepulauan yang memiliki potensi tsunami cukup tinggi, terutama bagi daerah-daerah yang menjadi titik pertemuan lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.

Nah, jadi apa yang membedakan antara kedua jenis gelombang tersebut?

Baca: Seorang Pedagang Beri Dompet Berisi Uang ke Sandiaga Uno, Saya Ikhlas, Kita Butuh Pemimpin Baru

Dalam konferensi pers tsunami Selat Sunda di Yogyakarta, Minggu (23/12/2018) kemarin, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan beberapa perbedaan mendasar antara gelombang tinggi dan gelombang tsunami.

Gelombang tinggi karena tiupan angin terjadi secara perlahan dan dengan tanda-tanda bisa diprediksi sebelumnya, misalnya perubahan ekstem sebelum kejadian.

BMKG pun rutin mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di berbagai daerah jika memang diprediksi akan terjadi.

Baca: Udin Menangis Tak Bisa Selamatkan Ibu dan Anaknya Saat Tsunami, Tubuhnya Tertimbun Reruntuhan Rumah

Namun tidak dengan tsunami yang kejadiannya tidak dapat diprediksi dan mendadak.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved