PLN Sigli Bongkar 23 Ribu Meteran

PLN Area Sigli membongkar 23 ribu meteran pelanggan Pidie dan Pidie Jaya sepanjang bulan ini dengan tunggakan tiga bulan

PLN Sigli Bongkar 23 Ribu Meteran
YOUTUBE
Ilustrasi 

* Tunggakan di Atas Rp 500 Ribu

SIGLI- PLN Area Sigli membongkar 23 ribu meteran pelanggan Pidie dan Pidie Jaya sepanjang bulan ini dengan tunggakan tiga bulan, dari Oktober sampai Desember 2018 atau rata-rata Rp 500 ribu lebih. Pemutusan itu hanya sementara, karena petugas PLN akan kembali memasang meteran listrik seusai pelanggan membayar lunas.

Manajer PLN Area Sigli, Ade Cahya Soenardi, kepada Serambi, Selasa (25/12) mengatakan pembongkaran 23 ribu meteran pelanggan listrik PLN di Pidie dan Pidie Jaya, berdasarkan perjanjian jual beli tenaga listrik. Disebutkan, dalam perjanjian itu, pelanggan harus membayar tagihan listrik pada tanggal 21 setiap bulan.

Dia menambahkan, jika belum dibayar, maka pihak PLN akan menyurati pelanggan untuk membayar tunggakan listrik. Tetapi, katanya, jika

tunggakan listrik sampai tiga bulan, seperti saat ini, dari Oktober sampai Desember, maka meteran langsung diputus sementara waktu, menunggu pembayaran tunggakan sampai lunas.

Dikatakan, jumlah pelanggan listrik PLN Sigli di Pidie dan Pidie Jaya berjumlah 148 ribu, dengan rincian 67 persen pelanggan pascabayar dan 33 persen pelanggan prabayar. Menurutnya, pelanggan yang dibongkar meteran yang terjadi tunggakan mulai, Oktober hingga Desember 2018, rata-rata belum membayar tunggakan iuran listrik Rp 500 ribu lebih.

“Pembongkaran meteran terhadap 23 ribu pelanggan di Pidie dan Pidie Jaya merupakan pemutusan sementara dan PLN akan menyambung kembali setelah pelanggan melunasi biaya listrik yang dipakai selama tiga bulan,” ujarnya. Dia menjelaskan tunggakan listrik telah mempengaruhi penyetoran ke Pemkab Pidie, karena terlambatnya penerimaan pajak penerangan jalan.

Menurut Ade, tunggakan listrik pelanggan golongan umum di area Sigli mencapai Rp 2 miliar, sehingga tertundanya pembayaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkab sebesar Rp 200 juta. Ade mengungkapkan Pemkab Pidie juga belum membayar tagihan penerangan jalan umum (PJU) jatah November dan Desember 2018 sekitar Rp 800 juta, dengan alasan anggaran habis.

Sedangkan PJU di Pidie Jaya, tunggakan yang belum dibayar sebesar Rp 4 miliar, sehingga lampu jalan di Kota Meureudu telah diputuskan, katanya,

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Pidie, Muslim, yang dihubungi secara terpisah, Selasa (25/12) menyebutkan, tunggakan lampu jalan yang belum dilunasi Pemkab sekitar Rp 800 juta akan dilunasi pada Januari 2019. Dia beralasan, anggaran lampu jalan untuk tahun 2018 tidak mencukupi lagi.

“Karena kita tidak ada APBK Perubahan 2018, maka tidak ada, sehingga untuk pembayaran JPU tidak cukup, tetpai kami akan tetap membayar pada Januari 2019,” katanya.(naz)

pembongkaran meteran pelanggan
* Sudah menunggak selama tiga bulan
* Dari Oktober sampai Desember 2018
* Rata-rata Rp 500 ribu lebih
* Jika dilunasi, meteran kembali dipasang
* Pemkab Pidie dan Pijay juga menunggak
* Lampu jalan (PJU) di Meuredu sudah diputuskan
* Tunggakan Pijay mencapai Rp 4 miliar
* Tunggakan PJU Pidie Rp 800 juta

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved