Puisi Karya Sastrawan Taufiq Ismail Paling Banyak Diterjemahkan dalam Bahasa Asing

Salah satu puisi Taufiq Ismail, "Dengan Puisi, Aku" juga telah diterjemahkan dalam 52 bahasa dunia dan 22 bahasa daerah di Indonesia.

Puisi Karya Sastrawan Taufiq Ismail Paling Banyak Diterjemahkan dalam Bahasa Asing
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Taufiq Ismail dan buku puisikaryanya yang diterjemahkan dalam bahasa asing.

Laporan Fikar W Eda Jakarta

SERAMBIBEWS.COM, JAKARTA - Puisi karya penyair Indonesia, Taufiq Ismail yang terhimpun dalam antologi "Debu di Atas Debu" termasuk yang paling banyak diterjemahkan dalam bahasa asing, yakni bahasa Inggris, Arab, Belanda, Jerman, Prancis, Persia, Bosnia, Rusia, Korea, Jepang, dan Tionghoa.

Ke 11 buku tersebut diluncurkan di Rumah Puisi Taufiq Ismail, Jalan Raya Padang Panjang - Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Minggu (23/2/2018).

Peluncuran tersebut dirangkai dengan peringatan 10 tahun Rumah Puisi Taufiq Ismail.

Baca: Kebakaran Dua Ruko di Lhokseumawe, 19 Sepmor dan Satu Mobil Hangus, Lima Jiwa Mengungsi

Baca: 10 Bencana Alam Paling Banyak Menelan Korban Jiwa Sepanjang 2018, 2 dari Indonesia

Hadir dalam peluncuran itu Direktur Utama PT. Balai Pustaka, Achmad Fachrodji, seniman asal Bandung Iman Soleh, penyair yang juga pengacara Abrory Jabbar, penyair Jamal D. Rahman, kelompok musikalisasi puisi Deavies Sanggar Matahari dan Kimunitas Musikalisasi Puisi Indonesia (KOMPI), pembina Sanggar Sastra Balai Pustaka Huri Yani, sastrawan Sumatera Barat serta sejumlah tamu undangan. Termasuk Ibunda Anis Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Perayaan 10 Tahun Rumah Puisi juga diisi dengan workshop musikalisasi puisi diikuti 80 guru dari seluruh Sumatra Barat.

Penyair Jamal D Rahman yang juga pimpinan redaksi majalah sastra Horison, mengatakan, boleh jadi penyair Taufiq Ismail yang paling banyak karyanya diterjemahkan dalam bahasa asing.

Baca: Sosok Letkol Dono Kuspriyanto, Perwira TNI yang Tewas Ditembak di Jatinegara, Berdinas di Puspomad

Salah satu puisi Taufiq Ismail, "Dengan Puisi, Aku" juga telah diterjemahkan dalam 52 bahasa dunia dan 22 bahasa daerah di Indonesia, salah satunya dalam bahasa Minang.

Taufiq Ismail lahir di Bukit Tinggi 1935 sampai sekarang masih terus aktif menulis dan membaca puisi.

"Pak Taufiq Ismail adalah salah seorang sastrawan produktif yang terus menyemangati generasi muda. Kami beruntung, Balai Pustaka ikut menerbirtkan karya Pak Taufiq yang diluncur ini," kata Dirut Balai Pustaka Achmad Fachrodji.

Devie Komala Syahni dari Sanggar Matahari menyebut Taufiq Ismail sebagai salah seorang yang konsisten dna terus memikirkan nasib bangsanya. "Mendirikan Rumah Puisi adalah cobtoh konkret dari semangat Pak Taufiq Ismail mewariskan peradaban kepada generasi muda bangsa ini," kata Devi.

Dalam kesempatan itu, Deavis Sanggar Matahari membawakan dua musikalisasi puisi "Karangan Bunga" dan "Doa" ciptaan Taufiq Ismail.

Tokoh teater Bandung, Iman Soleh membacakan salah satu puisi karya Taufiq Ismail yang ditulis untuk istrinya Ati Ismail.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved