Bendungan Krueng Pase Makin Kritis

Kondisi bendungan irigasi Krueng Pase peninggalan Belanda di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara

Bendungan Krueng  Pase Makin Kritis
ANGGOTA DPRA bersama Muspika Meurah Mulia, Aceh Utara meninjau Irigasi Krueng Pase yang kondisinya rusak parah dan terancam jebol, Senin (25/6). 

LHOKSUKON - Kondisi bendungan irigasi Krueng Pase peninggalan Belanda di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara semakin kritis, sehingga meresahkan ribuan warga di delapan kecamatan tersebut. Pasalnya, jika mercu bendungan tersebut jebol lagi, maka sekitar 11.000 sawah di Aceh Utara dan satu kecamatan di Lhokseumawe tak bisa digarap sebagaimana pernah terjadi pada 2008.

Menurut catatan Serambi, kerusakan mercu bendungan tersebut sudah tiga tahun lalu. Namun, hingga kemarin belum diperbaiki. Selain itu, bendungan irigasi baru di Gampong Pulo Blang,Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara sudah telantar sejak 2014 hingga sekarang. “Ini yang menyebabkan warga semakin khawatir atas kondisi kedua irigasi tersebut,” kata Ketua Forum Komunikasi Peduli Petani Pemakai Air (FKP3A) Irigasi Krueng Pase, Ismail Yusuf kepada Serambi, Rabu (26/12).

Warga berharap agar irigasi krueng peninggalan belanda tersebut segera diperbaiki secara tanggap darurat. “Kami juga berharap supaya bendungan irigasi di Pulo Blang segera dilanjutkan, sehingga jika irigasi di Leubok Tuwe jebol, sudah ada irigasi yang baru,” katanya.

Ia menyebutkan selama ini puluhan gampong di Kecamatan Meurah Mulia, Syamtalira Bayu dan Nibong juga belum terjangkau irigasi Leubok Tuwe. Padahal jika irigasi Pulo Blang bisa berfungsi, semua areal sawah di delapan kecamatan bisa teraliri, karena lebih tinggi dua meter. Delapan kecamatan tersebut, Syamtalira Bayu, Samudera, Meurah Mulia, Tanah Luas, Nibong, Tanah Pasir, Syamtalira Aron, dan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.

Sementara itu Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Abdul Mutaleb kepada Serambi menyebutkan, dirinya juga mendapatkan laporan dari petani dari sejumlah kecamatan terkait kondisi bendungan irigasi lama tersebut. “Karena itu kita minta supaya Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, segera memperbaiki mercu bendungan irigasi di Leubok Tuwe,” katanya.

Selain itu, pihaknya berharap agar 2019, Pemerintah Pusat segera membangun irigasi di Pulo Blang karena itu kewenangan pusat. “Pemkab Aceh Utara harus aktif membangun komunikasi dengan kementerian terkait agar persoalan ini ditangani secepatnya,” pintanya. (jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved