Pemkab Evaluasi Program Pompanisasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya akan melakukan evaluasi terhadap program pompanisasi di daerah tersebut

Pemkab Evaluasi Program Pompanisasi
KORAMIL Susoh, Abdya, mengerahkan dua unit pompa air untuk mengatasi peristiwa kekeringan tanaman padi sawah di Desa Padang Baru, Senin (22/1). Pasokan air terputus akibat saluran tersier irigasi ambruk ke dalam aliran Krueng Susoh, Rabu lalu. 

CALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya akan melakukan evaluasi terhadap program pompanisasi di daerah tersebut. Sikap ini dilakukan menanggapi keluhan sejumlah petani di Desa Pasie Timon, Kecamatan Teunom yang mempertanyakan tidak berfungsinya pompanisasi yang dibangun pemerintah pada tahun 2017 di wilayah mereka.

“Padahal, harapan kami sangat besar karena dengan adanya program pengairan (pompanisasi) ini bisa mempermudah para petani dalam memperoleh air saat musim kemarau dan musim bercocok tanam,” jelas Sabirin, warga Pasie Timon kepada Serambi, Minggu (23/12) lalu.

Menyikapi hal tersebut, Kadis Pertanian (Kadistan) Aceh Jaya, T Mufizar mengungkapkan, pihaknya akan mengajak duduk terlebih dahulu para petani untuk mengetahui penyebab kenapa tidak bisa difungsikan mesin pompa air tersebut. “Kami rencana akan duduk dulu bersama kelompok tani dan keuchik agar kita tahu apa penyebabnya,” jelas T Mufizar kepada Serambi, kemarin.

Ia membeberkan, mesin pompa tersebut bukan tidak bisa difungsikan lantaran rusak melainkan hanya terkendala pada biaya operasional. Selain itu, ulasnya, sesuai dengan hasil pengamatan petugas dinas di lapangan, mesin tersebut saat difungsikan harus dipancing menggunakan air terlebih dahulu. “Jadi, nanti kita duduk dulu dan kita evaluasi apa penyebabnya,” tandasnya.(c52)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved