PPL Pidie Data Sawah

Sebanyak 250 Petugas Pertanian Lapangan (PPL) melakukan pendataan sawah melalui Citra satelit, termasuk seluruh keuchik

PPL Pidie Data Sawah
Tribunnews.com/Istimewa
Sejumlah personel gabungan didatangkan untuk ikut melakukan pengukuran lahan di Desa Sukamulya, Majalengka, Kamis (17/11/2016). Kedatangan mereka ditolak oleh warga setempat, dan menyebabkan penembakan gas air mata dan perusakan sawah. 

SIGLI - Sebanyak 250 Petugas Pertanian Lapangan (PPL) melakukan pendataan sawah melalui Citra satelit, termasuk seluruh keuchik dan kejrueng blang, sehingga data yang diperoleh akurat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ir H Syarkawi MSi, Senin (25/12) mengatakan 90 persen masyarakat Pidie bermata pencaharian di sektor pertanian. “Persoalan pertanian sangat kompleks, mulai daru hulu sampai hilir, sehingga untuk menemukan solusinya, maka data area sawah harus tepat dan akurat,” jelasnya.

Syarkawi menuturkan, indek prestasi (IP) pertanian mencapai 170 persen, yang berarti musim tanam (MT) rendengan 100 persen lahan bisa ditanami, sedangkan musim gadu hanya 70 persen. Dia menjelaskan musim gadu kering selama musim kemarau terus mengalami kekurangan air.

Syarkawi menjelaskan salah satu solusi yang dilaksanakan saat ini, masih sebatas traktor yang berfungsi mengolah tanah sawah. Dikatakan, sebanyak 20 traktor bantuan telah disalurkan kepada 35 kelompok tani (poktan) yakni 12 gampong menerima traktor roda empat yakni Cot Kunyet, Dayah Baroh Kunyet di Kecamatan Padang Tiji.

Kemudian, Liliep (Simpang Tiga), Mampre (Tiro), Iie Masen (Muara Tiga), Beutong Peureulak, Jeumpa (Sakti), Balee Baroh Bluke (Indra Jaya), Kruet Teumpeum, Ude Gampong (Glumpang Tiga), Rambong (Mutiara Timur) dan Blang Tidiek (Mutiara).

Ditambahkan, lainnya menerima bantuan traktor roda dua yakni sebanyak 23 poktan asal Gampong Pawod Jaya, Tgk Di Laweung diKecamatan Muara Tiga dan Gampong Jeumpa, Glumpang Tiga. Kemudian Poktan Mee Tanoh, Jumphoih Adan (Mutiara Timur), Mee Tanoh, Bluek Arab keduanya Kecamatan Peukan Baro, Sukon Lhok Beuah (Delima).

Cot Gunduk, Puuk, Batee ketiganya Kecamatan Pidie, Jaja Tunong, Ulee Baroh, Madika, Lambideung (Simpang Tiga). Mesjid Gogo, Blang Geuliding, Balee Baroh (Padang Tiji). Ranto Panyang, Krueng Seukek (Tangse) dan Pucok Kecamatan Geumpang.Dari 70 unit, sebanyak 35 traktor bantuan diserahkan kepada kelompok tani (poktan) di Kabupaten Pidie.

Sebelumnya, bantuan ini menumpuk di lokasi halaman kantor, karena belum tersalurkan, karena tiba di Pidie tidak serentak. Bupati Pidie, Roni Ahmad dalam sambutannya berpesan agar bantuan ini tidak dijual. “Jagalah dengan baik dan pergunakan untuk kebutuhan di sawah,” pesannya.

Ditegaskan, pihak dinas supaya mengawasi keberadaan alat bantuan ini. “Saya tegaskan bahwa bantuan ini harus dijaga untuk memudahkan pengolah tanah. Jangan sampai apapun diberikan tidak bermanfaat. Contoh dikasih rumah tilam dijual. Dikasih ternak kandang dijual. Dikasih boat dayung dijual,” kata Bupati Roni Ahmad akrab disapa Abusyik memberikan contoh.

Bupati Roni Ahmad yang akrab disapa Abusyik juga menghaturkan ucapan terimakasih atas bantuan diberikan. “Angka Kemiskinan dapat berkurang. Sehingga pemakaian alsintan (alat pertanian) dapat mendukung. Bekerjalah dengan giat tekun dan ikhlas,” pesannya.(aya)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved