Ratusan Korban Tsunami Dikubur di Pulau Baguk

Pulau Baguk di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil menjadi salah satu lokasi kuburan massal korban tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silaM

Ratusan Korban Tsunami Dikubur di Pulau Baguk
WARGA memasang penanda kuburan masal korban tsunami di Pulau Baguk, Pulau Banyak, Aceh Singkil, Selasa (26/12) 

SINGKIL - Pulau Baguk di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil menjadi salah satu lokasi kuburan massal korban tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Sayang, keberadaan kuburan syuhada tsunami itu tak tersentuh perhatian pemerintah. Bahkan, di lokasi tidak ada monumen apapun sebagai petunjuk bahwa di tempat itu bersemayam korban tsunami.

Meski begitu, dua tahun belakangan, warga Desa Pulau Baguk, mulai merawatnya dengan membersihkan areal pemakaman dan memasang nama pemberitahuan lokasi kuburan masal korban tsunami menggunakan kayu. “Sekitar dua tahun ini baru terawat. Plang nama dipasang para pemuda tahun lalu,” kata Keuchik Pulau Baguk, Hardi, Rabu (26/12).

Hardi berharap, pemerintah membangun monumen sebagai penghormatan kepada korban tsunami di desanya. “Kami berharap kepada Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Aceh Singkil agar membangun monumen di lokasi kuburan massal korban tsunami di Pulau Baguk,” harapnya.

Dia membeberkan, sepekan pascagempa tsunami mengguncang Aceh, warga Pulau Banyak menemukan ratusan jenazah mengapung. Umumnya, kondisi jenazah tak lagi utuh lantara lama terombang ambing di lautan. Jenazah itu lantas dikumpulkan dan dikebumikan di Pulau Baguk. Tercatat, sekitar 97 jenazah yang ditemukan mengapung dikubur massal lantaran tidak diketahui identitasnya. Sementara, tiga jenazah dikebumikan secara terpisah karena identitasnya diketahui. “Dua jenazah itu malah sudah dipindahkan pihak keluarga dan satu masih tetap. Kalau tidak salah, total ada 101 jenazah,” sebut Hardi.

Menurut Keuchik Pulau Baguk itu, warga desanya menjadikan lokasi kuburan massal itu sebagai tempat memperingati musibah gempa bumi dan tsunami. “Termasuk peringatan tsunami kali ini, kita menggelar doa bersama di kuburan massal tersebut,” tukasnya.(de)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved