Terjawab Asal Suara Gemuruh yang Menghebohkan Warga Pulau Jawa dan Sumatera

suara dentuman yang terdengar di beberapa wilayah seperti Sukabumi, Bandung, dan Sumatera Selatan

Terjawab Asal Suara Gemuruh yang Menghebohkan Warga Pulau Jawa dan Sumatera
Instagram @natgeoindonesia
Penampakan kengerian Erupsi Gunung Anak Krakatau sehari setelah tsunami di Banten 

SERAMBINEWS.COM - Polemik terkait suara dentuman yang terdengar di beberapa wilayah seperti Sukabumi, Bandung, dan Sumatera Selatan akhirnya menemukan jalan keluarnya.

Kasus ini sempat membuat bingung masyarakat dan para ahli sebab tidak ada barang bukti otentik seperti rekaman suara yang bisa dianalisis oleh para ahli.

Namun menurut keterangan BMKG, suara dentuman tersebut diamini berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca: Lereng Jalan Tol Ruas Salatiga-Kartasura Rusak Akibat Hujan, Ini Penjelasan Menteri PURR

Sebelumnya hal ini sudah dilaporkan oleh Kepala Pos Pemantau Gunung Krakatau Suwarno.

Dia mengatakan, sampai saat ini erupsi yang terjadi di gunung Krakatau masih berlangsung diiringi dengan suara gemuruh yang keras.

Sepakat dengan pernyataan tersebut, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono turut menyatakan bahwa suara tersebut berasal dari erupsi gunung yang menyebabkan tsunami di Selat Sunda.

Baca: Usai Diserahkan ke Kejaksaan, Hercules dan Anggotanya Ditahan di Rutan Salemba

“Kepastian bahwa sumber dentuman yang akhir-akhir ini beberapa kali terdengar oleh warga Banten, Lampung dan Sumatra Selatan ternyata bersumber dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh petugas Pos Pemantau Gunung Krakatau,” jelas Daryono dalam keterangannya yang diterima Kompas.com pada Kamis (27/12/2018).

Gunung Anak Krakatau, yang saat ini masih erupsi dikatakan Daryono menimbulkan suara gemuruh yang keras.

Alasan di balik mengapa suara tersebut terdengar di beberapa wilayah seperti Sumatera Selatan, Bandung, dan Sukabumi, dipengaruhi oleh arah anginnya.

Baca: Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Siaga, Berbahayakah?

“Terdengarnya suara dentuman hingga di beberapa daerah diakibatkan arah angin yang sedang mengarah ke mana, maka daerah itu akan mendengar suara dentuman lebih jelas,” jelas Daryono.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved