Thailand Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara Legalkan Ganja untuk Kepentingan Medis

Seperti dilaporkan CNN, Parlemen Thailand mengubah undang-undang yang melegalkan ganja untuk kepentingan medis.

Thailand Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara Legalkan Ganja untuk Kepentingan Medis
Shutterstock
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Parlemen Thailand menyetujui ganja untuk kepentingan medis.

Seperti dilaporkan CNN, Parlemen Thailand mengubah undang-undang yang melegalkan ganja untuk kepentingan medis.

Anggota dewan di Thailand menyetujui RUU Narkotika di negara itu.

Baca: Merek Pakaian Olahraga AS Beli Produk Dari Kamp Penahanan, Berlokasi di Wilayah Xinjiang

Tidak ada yang menentang keputusan ini.

Namun, penggunaan ganja untuk kepentingan lain tetap tidak diperbolehkan.

Anggota parlemen Somchai Sawangkarn mengatakan pengesahan amandemen untuk mengizinkan ganja medis di negara itu "dapat dianggap sebagai hadiah Tahun Baru untuk Thailand."

Baca: Pascatsunami, Pemukiman Warga Serang Kini Dilanda Banjir

"Amandemen (RUU Narkotika) disahkan bacaan kedua dan ketiga hari ini. Dan akan menjadi efektif setelah diterbitkan di Royal Gazette," katanya.

Thailand jadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengizinkan penggunaan ganja untuk medis.

Padahal kawasan Asia Tenggara memiliki hukuman keras untuk kejahatan terkait narkoba.

Pemerintah Inggris menyetujui ganja medis awal tahun ini, dan mulai tersedia pada 1 November dari Sistem Kesehatan Nasional untuk pasien dengan resep dokter.

Obat-obatan yang berasal dari ganja menjadi legal di Jerman tahun lalu.

Baca: Anak Gunung Krakatau Semburkan Awan Panas ke Arah Selatan

Ganja medis juga legal di Australia dan Irlandia.

Di Amerika Serikat, ganja untuk kesehatan legal di 30 negara bagian.

(TribunTravel.com/Arif Setyabudi)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Thailand Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara yang Legalkan Ganja untuk Pengobatan
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Sinta Agustina

Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved