Tiga Kali Sudah Bupati Aceh Barat Kalah di PTUN

Kalah berturut-turut hingga tiga kali, itulah yang dialami Bupati Aceh Barat, Ramli MS, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

kompas.com
Ilustrasi 

* Kasus Pecat Keuchik, Enam Menang

MEULABOH - Kalah berturut-turut hingga tiga kali, itulah yang dialami Bupati Aceh Barat, Ramli MS, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh. Kekalahan yang ketiga ini dialami Bupati Ramli MS juga sebagai tergugat dalam kasus gugatan keuchik yang ia pecat tanpa alasan yang tepat.

Dalam sidang putusan pada Rabu (26/12) siang, majelis hakim PTUN Banda Aceh menerima gugatan penggugat dan memerintahkan bupati selaku tergugat untuk kembali melantik Zainuddin, mantan keuchik Palimbungan, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang dipecatnya beberapa bulan lalu.

Kekalahan Bupati Ramli MS sebagai tergugat kemarin merupakan yang ketiga kalinya. Rabu pekan lalu dua keuchik menang dan Rabu dua pekan lalu tiga keuchik juga menang di PTUN melawan Bupati Ramli yang memecatnya.

Kemenangan Zainuddin, mantan keuchik, di PTUN Banda Aceh kemarin menambah daftar kemenangan mantan keuchik yang melayangkan gugatannya karena tak terima dipecat bupati.

Dari sepuluh keuchik yang melayangkan gugatan karena tak terima dipecat semena-mena oleh Bupati Ramli MS, enam sudah dinyatakan menang (gugatannya dikabulkan).

Sidang vonis kemarin dipimpin M Yunus Tazyan SH dan hakim anggota Azzahrawi SH dan Fandy Kurniawan Pattiradja SH. Sedangkan penggugat dihadiri Syahrul SH dari Kantor Pengacara TSA Advocates Banda Aceh. Tergugat diwakili Agus Herliza SH dan Ishak SH serta tim Bagian Hukum Setdakab dan pengacara negara dari Kejari Aceh Barat. Turut juga hadir sang penggugat, yakni Zainuddin yang mantan keuchik.

Ketua majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan menerima gugatan penggugat dalam pokok perkara. Selain itu, membatalkan surat keputusan (SK) Bupati Aceh Barat terhadap pengangkatan pejabat sementara (pjs) keuchik serta mewajibkan pengangkatan kembali ketiga keuchik tersebut hingga berakhir masa tugasnya.

Setelah pembacaan vonis, majelis hakim memberi kesempatan kepada tergugat yang diwakili kuasa hukumnya untuk menyatakan apakah menerima atau pikir-pikir putusan tersebut dalam waktu 14 hari ke depan. Bila tak terima, dipersilakan melakukan upaya banding. Namun, dalam sidang kemarin penasihat hukum tergugat tak memberikan jawaban

Sidang dua keuchik
Majelis hakim Rabu kemarin, juga menyidang dua kasus gugatan lain yang dilayangkan oleh dua mantan keuchik di Aceh Barat. Keduanya Jaridon Hasyem (Keuchik Keude Tanjong, diberhentikan sementara) dan M Salem (mantan keuchik Teuping Panah Kecamatan Kaway XVI, diberhentikan sementara) dengan tergugat Bupati Ramli MS dalam kasus pemecatan keuchik.

Sidang beragendakan tanggapan tergugat Bupati Ramli MS yang disampaikan oleh penasihat hukum (PH)-nya. Sidang dihadiri PH tergugat Agus Herliza SH dan Ishak SH serta PH penggugat Syahrul SH.

Bupati banding
Sementara itu, tim penasihat hukum Bupati Aceh Barat, Agus Herliza SH kepada Serambi, Rabu kemarin mengaku timnya sudah menyatakan banding terhadap putusan dua sidang gugatan pada Rabu pekan lalu. Upaya banding tersebut diajukan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, Sumatera Utara.

Pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan Bupati Ramli MS dan tim Bagian Hukum Kantor Bupati Aceh Barat. Intinya, Bupati Ramli menempuh upaya banding ke PTTUN Medan. “Kami menolak putusan PTUN Banda Aceh pada Rabu lalu. Sedangkan terhadap putusan terbaru pada Rabu ini (kemarin -red ) kami akan konsultasi ke Pak Bupati dulu,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sepuluh keuchik di Aceh Barat ramai-ramai mengajukan gugatan ke PTUN Banda Aceh. Mereka tak terima dipecat sepihak dan semena-mena oleh BupatiRamli MS yang dalam setahun terakhir kembali memimpin Aceh Barat. Para keuchik tersebut dipecat dengan dalih ada temuan Inspektorat dalam penggunaan anggaran di desa masing-masing, kemudian dilantik sebagai pejabat sementara (Pjs) keuchik sebagai pengganti mereka yang dipecat tersebut.

Melalui sidang PTUN Banda Aceh, para keuchik dari Aceh Barat itu menang atas tergugat Bupati Ramli MS yang memecat Husaini (mantan keuchik Suak Trieng, Kecamatan Woyla diberhentikan tetap), Kamaruzzaman (mantan keuchik Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI diberhentikan sementara), Miswar (mantan keuchik Pasi Mali, Kecamatan Woyla Barat diberhentikan tetap), Bustaman (mantan keuchik Keureuseng, Kecamatan Samatiga, diberhentikan sementara). dan Anwar (mantan keuchik Pasie Lunak, Kecamatan Woyla, diberhentikan tetap). (riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved