Gajah Ditemukan Mati tanpa Gading

Seekor gajah liar ditemukan mati di kawasan hutan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Pasangan

Gajah Ditemukan  Mati tanpa Gading
FOTO DOK PERANGKAT DESA PANTE PEUSANGAN
Mati-Seekor gajah ditemukan mati di kawasan Desa Pante Peusangan, Juli Bireuen pada Kamis (27/12) sore. FOTO DOK PERANGKAT DESA PANTE PEUSANGAN 

* Di Kawasan Hutan Pinggir DAS Peusangan

REDELONG - Seekor gajah liar ditemukan mati di kawasan hutan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Pasangan. Sebagian pihak menyebut lokasi kematian gajah berada di Kampung Pantanlah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Tetapi ada juga yang menyebut di kawasan Berawang Alue Batee Plah, Gampong Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Bireuen.

Kasatreskrim Polres Bener Meriah, Iptu Wijaya Yudi, didampingi KBO Satreskrim Polres Bireuen, Ipda Safaruddin, mengatakan, lokasi penemuan gajah mati belum dapat dipastikan apakah masuk wilayah Bener Meriah atau Bireuen.

Saat ditemukan, Kamis (27/12) sore, Gajah jantan yang dijuluki si ‘Bongkok’ ini sudah dalam kondisi membusuk dan tanpa gading. Namun kuat dugaan, gajah tersebut mati karena sakit, karena tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan fisik di tubuhnya.

Camat Pintu Rime Gayo, Samusi Purnawira Dade, mengatakan, gajah itu diketahui mati atas informasi dari masyarakat. Atas laporan tersebut, Polsek Pintu Rime Gayo, anggota Koramil, Sekretaris Camat, dan Conservation Respons Unit (CRU) DAS Peusangan langsung mendatangi lokasi, yang berada di kawasan hutan berjarak sekitar 3 kilometer dari pemukiman warga Kampung Pantanlah.

“Setelah sampai di lokasi sekitar pukul 19.10 WIB, didapati gajah itu sudah membusuk, tepat berada di pinggir DAS Peusangan,” kata Dade kepada Serambi, Jumat (28/12).

Menurutnya, gajah itu merupakan salah satu dari kawanan gajah liar yang berada di wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo. Gajah tersebut dijuluki ‘Si Bongkok’ dikarenakan postur tubuhnya yang bungkuk karena mengalami patah kaki belakang di bawah lutut. Selain itu juga terdapat luka di bagian pangkal leher.

Dari penjelasan anggota CRU DAS Peusangan yang ia terima, gajah ini mengalami patah kaki sudah lebih dari sebulan lalu dan telah dilakukan diupayakan pengobatan. Diduga gajah itu pernah jatuh sehinggamengalami patah kaki. “Pengamatan kami, saat ditemukan gajah tersebut tidak lagi memiliki gading, tetapi tidak terlihat tanda-tanda penganiayaan fisik di tempat gading itu,”imbuhnya.

Dugaan yang sama juga disampaikan Anggota Conservation Respons Unit (CRU) DAS Peusangan, Yusuf. Ia menyebutkan,‘Si Bongkok’ diperkirakan telah berusia 45 tahun. Karena itu besar kemungkinan, kematiannya disebabkan faktor usia dan sakit, mengingat di tubuhnya tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan fisik. “Dari kondisinya yang kita lihat semalam, diperkirakan gajah itu sudah mati beberapa hari lalu, mungkin sekitar empat atau lima hari lalu,” sebutnya.

Kurus dan sakit
Terpisah, Serambi juga menerima laporan kematian gajah ‘Si Bongkok’ dari Keuchik Pante Peusangan, Juli, Kabupaten Bireuen, Syamsuddin. Ia mengaku menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi, di kawasan semak belukar yang berjarak sekitar 7 kilometer arah utara Desa Pante Peusangan.

“Kami bergerak ke lokasi untuk memastikan temuan itu dan benar seekor gajah sudah mati dan mulai membusuk di dekat sungai,” ujar Syamsuddin.

Ia menduga, gajah yang mati itu merupakan gajah yang sama yang dilihat oleh salah seorang warganya beberapa waktu lalu. “Sebelumnya ada warga yang melihat satu ekor gajah sedang menuju sungai, badannya kurus dan sepertinya dalam keadaan sakit,” ungkap Keuchik Syamsuddin.

Namun ia tidak mengetahui jenis kelamin gajah tersebut, karena saat ditemukan kondisinya sudah mulai membusuk.(c51/yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved