Sejarah Gunung Anak Krakatau: Letusan Sang Ibu Hasilkan Tsunami Paling Dahsyat di Dunia

Gunung Anak Krakatau hampir setiap hari meletus. Pada Agustus 2018 lalu, di Selat Sunda ini sampai erupsi sebanyak 576 kali dalam sehari.

Sejarah Gunung Anak Krakatau: Letusan Sang Ibu Hasilkan Tsunami Paling Dahsyat di Dunia
Wikipedia
Letusan Gunung Krakatau. 

SERAMBINEWS.COM, SERANG - Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas sejak Juni 2018.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM kini sudah menaikkan status Gunung Anak Krakatau jadi Siaga III mulai Kamis (28/12/2018).

"Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang beberapa hari ini meningkat dari tanggal 29 Juni 2018 mulai aktivitasnya begitu menonjol sampai sekarang," ujar Rudy Suhendar, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di pos pantau Pasaruan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (27/12/2018).

Gunung Anak Krakatau hampir setiap hari meletus. Pada Agustus 2018 lalu, di Selat Sunda ini sampai erupsi sebanyak 576 kali dalam sehari.

Hingga, pada 22 Desember 2018, aktivitasnya semakin meningkat dan terjadi erupsi yang menyebabkan tsunami dan gelombang pasang hingga 24 Desember 2018.

Baca: Warga  Pesisir Tanah Jambo Aye Antusias Dengarkan Ceramah Haji Uma

Baca: Jangan Ketipu dengan Interior Mewah Mobil Ini, Eksteriornya Bikin Geleng-geleng Kepala

Dibandingkan letusan-letusan sebelumnya, letusan saat ini bisa dibilang tidak ada apa-apanya.

Lalu bagaimana sejarah terbentuknya Gunung Anak Krakatau.

Sejarah Gunung Anak Krakatau

Seperti diketahui, bumi terbagi dalam beberapa jenis lempeng tektonik besar.

Kebanyakan aktivitas vulkanologi terjadi di lempeng ini.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved