Ada Warga Beli Premium Pakai Mobil Modifikasi

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BMM) jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

Ada Warga Beli Premium Pakai Mobil Modifikasi
KENDARAAN antrean untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lambhuk, Banda Aceh, Kamis (20/9) sore. 

*Sekali Isi 500 Liter
*Untuk Dijual Kembali

LHOKSUKON - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BMM) jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi di Lhokseumawe dan Aceh Utara diduga karena ulah oknum tertentu. Diduga ada pihak yang memodifikasi tangki mobil untuk menampung bensin hingga 500 liter. Lalu bensin tersebut dijual ke kios-kios dan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.

Informasi ini disampaikan warga Cot Girek kepada anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma dalam pertemuan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Asmasda), beberapa hari lalu, di Desa Batu XII kecamatan setempat. Beberapa warga juga menyampaikan informasi tersebut kepada Serambi.

“Warga menyebutkan, selama ini sulit mendapatkan premium di SPBU. Tetapi, ada pihak tertentu yang menjual premium ke pedagang pengecer di kampung-kampung,” kata Haji Uma kepada Serambi, kemarin. Sedangkan prosedurnya, berdasarkan penjelasan pihak terminal BBM Lhokseumawe, pedagang harus memiliki surat rekomendasi dari pemerintah untuk membeli BBM bersubsidi.

Selama ini, kata Haji Uma, warga menyaksikan ada mobil masuk ke kampung, lalu menjual bensin. Ada mobil tertentu yang ketika mengisi minyak di SPBU membutuhkan waktu yang cukup lama dan sekali isi mencapai Rp 1-2 juta lebih. Padahal, kapasitas tangki mobil sekira 45 atau 50 liter.

“Nah, ternyata selama ini sudah ada mobil dengan tangki rakitan hasil modifikasi, sehingga ketika dibayar lebih dari satu juta. Padahal, sewajarnya untuk mobil pribadi sekitar 300 ribu untuk isi penuh,” katanya. Haji Uma meminta kepada warga untuk mengambil video agar dapat bukti untuk diteruskan ke Pertamina.

“Bila dapat video kita akan menyampaikan kepada pertamina untuk dicabut izin SPBU tersebut. Bila ini tidak dilakukan oleh pihak pertamina, kita akan sampaikan persoalan ini kepada menteri,” pungkas Haji Uma.

Serambi juga memperoleh informasi dari warga di kawasan Lhokseumawe bahwa hampir setiap malam mobil-mobil yang sudah memodifikasi tangki tersebut mengisi bensin di sejumlah SPBU. “Biasanya setelah mengisi di SPBU tersebut, mereka pergi untuk kedua kali di SPBU lain, begitu seterusnya setiap malam,” ujar Hasanur, warga Lhokseumawe kepada Serambi, kemarin.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved