Breaking News:

Tsunami di Banten dan Lampung

Korban Meninggal 426 Orang, Tribunnews.com Buka Dompet Kemanusiaan untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan penurunan angka korban meninggal dunia disebabkan adanya data ganda.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Sejumlah jasad korban meninggal dunia akibat gelombang tsunami akan dipindahkan ke rumah sakit umum Pandeglang di Puskesmas Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) data terkini korban hingga pukul 16.00 WIB, yaitu 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang belum ditemukan.(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (28/12/2018) mencatat sebanyak 426 orang meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda yang menyapu wilayah Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018).

Angka tersebut menurun dari data yang disampaikan Rabu (19/12/2018) yang menyebut 430 orang meninggal dunia yang tersebar di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan penurunan angka korban meninggal dunia disebabkan adanya data ganda.

"Setelah kita lakukan cross check identitas korban meninggal, ada didata yang double. Sehingga data yang kami perolah dari masing-masing posko tanggap darurat total 426 meninggal dunia per siang Jumat ini jam 13.00," kata Sutopo saat konferensi pers di Kantor Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2018).

Sementara untuk data korban yang mengalami luka-luka sebanyak 7.202 orang dan 23 orang masih hilang.

"Data masih sementara dan memungkinkan akan bertambah, namun tidak terlalu banyak," ujar dia.

Terkait jumlah pengungsi, hingga kini terdata sebanyak 40.386 orang mengungsi yang tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Selain itu, tercatat juga 1.296 unit rumah usak, 78 penginapan atau warung rusak, 434 kapal dan perahu rusak, 69 kendaraan roda empat rusak, dan 38 kendaraan roda dua rusak.

Seperti diketahui, tsunami menggulung kawasan Pandeglang dan Kabupaten Serang, serta Lampung dan Tanggamus, Sabtu (22/12/2018) malam lalu.

S
Menko PMK Puan Maharani saat mengunjungi korban bencana alam tsunami Selat Sunda, di Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa (25/12/2018). (TRIBUNNEWS/RINA AYU PANCA RINI)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi tsunami disebabkan oleh longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang tinggi akibat bulan purnama.

Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai.

Untuk meringankan derita para korban, situs berita Tribunnews.com bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak sahabat peduli untuk memberikan donasi kepedulian bagi para korban bencana tsunami di Banten, Lampung dan sekitarnya.

Dompet kemanusian Tribunnews.com dan ACT bisa disalurkan ke BNI Syariah dengan nomor rekening 8660291018120040 atas nama aksi cepat tanggap khusus kerjasama Tribunnews.com terkait tsunami Banten dan Lampung.

Baca: Jokowi Hadiri Perayaan Natal Nasional 2018 di Medan, Diberi Panggung Mirip Bahtera Nabi Nuh

Baca: Hasil Liga Inggris - Hancurkan Arsenal, Liverpool Kuasai Puncak Klasemen dan Unggul 9 Poin

Baca: Kabar Terbaru Habib Bahar bin Smith, di Sel Penjara Sendirian, Jarang Komunikasi dengan Tahanan Lain

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda 426 Orang, Tribunnews.com Buka Dompet Kemanusiaan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved