Sepertiga Tubuh Gunung Anak Krakatau Hilang, Ini Fotonya

Berdasarkan pengamatan visual dan pengukuran, tinggi Gunung Anak Krakatau yang semula 338 meter, saat ini hanya 110 meter.

Sepertiga Tubuh Gunung Anak Krakatau Hilang, Ini Fotonya
@Sutopo_PN
Gunung Anak Krakatau sebelum dan setelah letusan antara 22-28 Desember 2018. 

Hari ini dilakukan rapat koordinasi membahas perpanjangan masa tanggap darurat di Kabupaten Lampung Selatan.

Untuk membantu operasional darurat, maka BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai Rp 500 juta kepada BPBD Pandeglang, dan Rp 250 juta kepada BPBD Lampung. Selain itu bantuan logistik juga terus dikirimkan.

Pemerintah pusat dari TNI, Polri, berbagai kementerian/lembaga bersama NGO, relawan, dunia usaha terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang daerah terdampak tsunami di Selat Sunda.

Secara umum penanganan terkoordinasi dan berjalan dengan baik.

Skala keruntuhan Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) kini jelas.

Peneliti menganalisis citra satelit Anak Krakatau untuk memperkirakan volume batu dan pasir yang longsor ke laut.

Dari hasil analisis, diketahui bahwa Anak Krakatau kehilangan lebih dari 2/3 ketinggian dan volumenya dalam beberapa minggu terakhir.

Berkurangnya tinggi Gunung Anak Krakatau diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung disertai laju erupsi yang tinggi pada 24-27 Desember 2018.

Baca: Arung Jeram Aceh Timur Kirim Personel ke Jawa Tengah untuk Ikut Kursus Kayak Arus Deras

Baca: Bawa Sekarung Uang saat Beli Motor, Wanita Ini Sebut Tidak Mau Terbebani Utang

Baca: Atlet Renang Rusia Tewas Ditikam Kekasih, Minta Putus karena Ingin Konsentrasi ke Olimpiade

Sebagian besar massa yang kolaps itu diperkirakan longsor ke laut.

Itu bisa menjelaskan pergerakan air laut dan munculnya gelombang tinggi hingga lima meter yang menerjang pesisir Selat Sunda di Pulau Jawa dan Sumatera.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan tsunami Selat Sunda mengakibatkan 430 orang tewas, ribuan luka-luka dan 150 orang dikabarkan masih hilang.

Sementara itu, tsunami dan ancaman erupsi Krakatau juga membuat lebih dari 40 ribu orang harus mengungsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempelajari citra Gunung Anak Krakatau dari berbagai satelit, termasuk satelit Sentinel-1 milik Uni Eropa dan TerraSAR-X kepunyaan Jerman.

Satelit tersebut memperlihatkan citra Anak Krakatau secara jernih, baik malam ataupun siang hari, tanpa gangguan awan.

Lewat gambar-gambar itu, bisa dilakukan pengukuran ketinggian dan volume Anak Krakatau, terutama di bagian barat yang dikenal rentan runtuh.

Awalnya, tinggi kerucut Anak Krakatau mencapai angka 338 meter, kini hanya tersisa 110 meter.

Selain tinggi yang tergerus, volume gunung berapi itu juga menyusut. PVMBG menyebut sekitar 150-170 juta meter kubik hilang akibat longsor dan menyisakan volume gunung sebanyak 40-70 juta meter kubik.

Kendati demikian, tidak diketahui volume massa gunung yang longsor ke laut pada 22 Desember ataupun hari-hari setelahnya, saat aktivitas vulkanik Anak Krakatau terus meningkat.

Para peneliti bisa memberikan perkiraan yang lebih akurat setelah langsung mengunjungi lapangan dan melakukan survei yang lebih detail. Namun dengan erupsi yang terus terjadi dan adanya peringatan zona keselamatan 500 meter hingga satu kilometer dari Anak Krakatau, tidak ada yang berani mendekat.

Massa gunung yang longsor ke laut dan memicu tsunami dianggap sebagai potensi bahaya, sebelum peristiwa itu terjadi pada 22 Desember 2018.

Peneliti telah memetakan potensi bahaya ini enam tahun lalu, bahkan memprediksi lereng barat gunung sebagai sisi yang rentan runtuh.

Studi ini, meskipun mensimulasikan peristiwa yang lebih besar, memprediksi ketinggian dan waktu terjangan gelombang yang sangat mirip dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi.(BBC)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Sepertiga Tubuh Gunung Anak Krakatau Lenyap, Ini Fotonya

Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved