Ini Kasus yang Dominan di Bener Meriah Selama Tahun 2018

Rinciannya sebanyak 58 kasus mengalahkan tindak pidana kasus narkoba yang tercatat hanya 47 kasus

Ini Kasus yang Dominan di Bener Meriah Selama Tahun 2018
SERAMBINEWS. COM/MUSLIM ARSANI
Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli menggelar konfrensi pers akhir tahun 2018 yang digelar di Aula Mapolres setempat, Senin (31/12/2018) 

Laporan Muslim Arsani | Bener Meriah

SERAMBINEWS. COM, REDELONG - Kepolisian Resor Bener Meriah, mencatat kekerasan terhadap perempuan dan anak mendominasi kasus di wilayah Bener Meriah pada tahun 2018.

Rinciannya sebanyak 58 kasus mengalahkan tindak pidana kasus narkoba yang tercatat hanya 47 kasus.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, saat menggelar konfrensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolres setempat, Senin (31/12/2018).

Baca: Aliansi Perempuan Demo DPRK Bener Meriah

Menurut ia, kasus hukum terkait dengan kekerasan terhadap anak dan perempuan tersebut, sangat tinggi di Kabupaten Bener Meriah, sehingga terus mendominasi mengalahkan kasus - kasus lainnya yang ditangani oleh pihak Kepolisian.

"Kami yakin ini fenomena seperti gunung es, yang muncul kepermukaan hanya sangat sedikit, bahkan sebaliknya didasarnya itu sangat banyak problem - problem yang berkaitan dengan perempuan atau anak di Bener Meriah," ujarnya.

Disebutkannya, di tahun 2018 tersebut kasus yang berkaitan dengan anak serta perempuan yang ditindak oleh pihaknya antara lain, pencabulan anak dibawah umur, KDRT, dan kekerasan anak dibawah umur.

Kemudian penelantaran, persetubuhan anak dibawah umur, perampasan, serta membawa lari anak, sebanyak 58 kasus dan 58 tersangka.

Baca: Siang Ini, Hakim PN Tipikor akan Jatuhkan Hukuman kepada Ahmadi, Bupati Nonaktif Bener Meriah

"Oleh karena itu saya sangat atensi dalam hal ini, saya juga memerintahkan kepada Kasatreskrim agar berkerjasama dengan stakeholder terkait untuk terus gencar melakulan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya.

Dimana sosialisasi itu, ujar AKBP Fahmi, membawa dampak segnifikan terhadap trend penurunan kasus terhadap perempuan dan anak,  kendati tetap mendominasi kasus di Bener Meriah.

"Alhamdulillah sosialisasi yang terus kita galakkan memberi efek bagus, sehingga dari tahun ke tahun kecenderungan kasus ini mengalami penurunan walaupun tetap mendominasi disini," ungkapnya. (*) 

Penulis: Muslim Arsani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved