Pupuk Phonska Langka di Pidie

Petani di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, mengeluhkan kelangkaan pupuk NPK Phonska sejak sepekan terakhir

Pupuk Phonska  Langka di Pidie
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Waka Polres Pidie, Kompol Tirta Nur Alam SE (Kanan) dan Kasat Resrim, AKP Mahliadi ST MM (Kiri) mengamankan pupuk bersubsidi yang disita dari salah satu gudang ilegal di Gampong Unoe U Bungkok, Kecamatan Glumpang Baro, Senin (26/2/2018). 

SIGLI - Petani di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, mengeluhkan kelangkaan pupuk NPK Phonska sejak sepekan terakhir. Hilangnya pupuk bersubsidi itu menyebabkan petani harus membeli di Kabupaten Pidie Jaya dengan harga yang tinggi.

Bukhari, seorang petani di Kemukiman Labui, Kecamatan Pidie, kepada Serambi, Minggu (30/12) menjelaskan, pupuk jenis NPK Phonska telah seminggu hilang di tingkat pedagang. Pihaknya telah mencari di pusat pedagang pupuk pasar Sigli dan Tibang, Kecamatan Pidie, namun pupuk bersubsidi itu tak berhasil didapatkan.

Tak tersedianya pupuk subsidi, memaksa petani membeli pupuk jenis lain yang tidak bersubsidi. Sebab, sebagian tanaman padi berumur satu hingga dua minggu sangat memerlukan pupuk Phonska. Sebagai pupuk majemuk bersubsidi yang memiliki berbagai unsur hara, pupuk ini sangat dibutuhkan oleh tanaman yang mulai tumbuh.

“Petani di Kecamatan Pidie tidak punya pilihan lain, terpaksa membeli pupuk tak bersubsidi di Pidie Jaya. Kami berharap kepedulian Pemkab Pidie untuk memperjuangkan tambahan jatah pupuk untuk petani,” ujarnya.

Distributor pupuk Phonska di Kecamatan Pidie, Jamaluddin, yang dihubungi Serambi, kemarin, menjelaskan, pihaknya telah menyalurkan NPK Phonska kepada petani di Kecamatan Pidie dan Mila, termasuk pupuk Phonska tambahan 10 ton telah disalurkan pada 15 Desember 2018.

“Memang jatah pupuk yang diberikan untuk Kecamatan Pidie tidak cukup, tapi saya tidak ingat lagi jumlah yang diberikan. Sebab, saya kebetulan berada di Aceh Tamiang,” pungkasnya.

Anggota DPRK Pidie, Drs Isa Alima, kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, seharusnya Pemkab memfokuskan persediaan pupuk Phonska yang tiap musim tanam padi tidak cukup untuk kebutuhan petani. Dampaknya bisa menyebabkan tanaman tidak subur.

“Padahal saya bersama anggota DPRK lainnya berulangkali meminta Pemkab mencari solusi terhadap kelangkaan pupuk. Sebab, pupuk itu menghilang di saat petani perlu pupuk. Masalah pupuk terus terjadi setiap musim tanam padi,” sebutnya.

Kuota Minim
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Pidie, Ir Syarkawi MSi, kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Kecamatan Pidie telah disalurkan distributor. Masing-masing pupuk Urea 421 ton, NPK Phonska 209 ton, Organik 48 ton, ZA 47 ton, dan SP-36 75 ton. Total jatah pupuk Phonska untuk 23 kecamatan di Pidie 5.899 ton untuk dua kali tanam padi seluas 50.000 hektare areal persawahan.”Memang setiap tahun kita mengusulkan pupuk jenis NPK Phonska sesuai kebutuhan luas persawahan di Pidie, tapi yang diberikan hanya 5.899 ton, otomatis tidak cukup,” kata Syarkawi. (naz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved