Muncul Desakan Yusril Ihza Mahendra Mundur Dari Ketua Umum PBB, Sekjen PBB: Upaya Adu Domba

Menjelang digelarnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Bulan Bintang, partai ini didera selisih paham antar pengurus maupun kader.

Muncul Desakan Yusril Ihza Mahendra Mundur Dari Ketua Umum PBB, Sekjen PBB: Upaya Adu Domba
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (tengah) bersama sejumlah kader meluapkan kegembiraan usai sidang ajudikasi antara PBB dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu (4/3/2018). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan Partai Bulan Bintang sah sebagai peserta Pemilu 2019.(ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY) 

SERAMBINEWS.COM - Menjelang digelarnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Bulan Bintang, partai ini didera selisih paham antar pengurus maupun kader.

Sejumlah pengurus dan simpatisan menyatakan tidak setuju dengan langkah Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra yang memberikan sinyal akan membawa partai merapat ke kubu nomor satu yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Tidak tanggung-tanggung, tuntutan agar Yusril Ihza Mahendra mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) disuarakan dalam forum yang digagas oleh Dewan Da'wah Islamiyah (DDI) Jatim yang diselenggarakan di Hotel Namira, Jalan Wisma Pagesangan, Surabaya, Minggu (30/12/2018).

Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Ferry Noer menanggapi serius diskusi tersebut. Ia menyayangkan panitia tidak mengundang Yusril Ihza Mahendra untuk mendapatkan penjelasan dari ketum PBB itu.

"Mereka secara langsung sudah mendiskreditkan ketum PBB. Padahal Thohir Luth yang mendesak YIM mundur itu bukan kader PBB bahkan dia dekat dengan parpol lain. Kita sudah cek ke DPW PBB Jatim," kata Ferry saat memberi keterangan di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Ferry juga menyayangkan Thohir yang mengompori agar PBB menggelar muktamar untuk mengganti YIM dengan Ketua Majelis Syuro, MS Kaban.

"Desakan muktamar juga sudah dibantah oleh Pak Kaban," kata Ferry.

Ferry meminta para pengurus dan kader PBB jangan terpancing dengan ucapan Thohir yang menurutnya hanya bertujuan untuk mengadu domba serta memecah belah partai.

"Omongan Thohir jangan ditanggapi. Dia memang punya agenda sendiri. Para kader tetap konsentrasi ke Pileg," katanya.

Terkait siapa capres yang akan didukung, Ferry meminta kader bersabar hingga pelaksanaan Rakornas partai yang akan digelar pada akhir Januari 2019.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved