Tahun 2018 Aceh Didera Bencana 285 Kali, Kerugian Rp 827 Milliar

Bencana alam yang terjadi di Aceh sepanjang 2018 tercatat 285 kali. Angka ini meningkat 100 kali atau 54 % dari tahun 2017 yang hanya 185 insiden.

Tahun 2018 Aceh Didera Bencana 285 Kali, Kerugian Rp 827 Milliar
For Serambinews.com
Kolase foto Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek dan data bencana yang terjadi di Aceh sepanjang tahun 2018, yang dipaparkan BPBA, Selasa (1/1/2019). 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bencana/bencana alam yang terjadi di Aceh sepanjang tahun 2018 tercatat 285 kali. Angka ini meningkat 100 kali atau 54% dari tahun 2017 yang hanya 185 insiden.

Kerugian materil (bersifat kebendaan) yang disebabkan oleh berbagai bencana itu mencapai Rp Rp 827 miliar. Terbesar disebabkan oleh 45 kali banjir lokal (genangan) dengan nilai kerugian Rp 462, 7 miliar.

Disusul lima kali banjir bandang yang empat kali terjadi di Aceh Tenggara (Agara), satu kali di Aceh Utara, dengan nilai kerugian mencapai Rp 185, 4 miliar.

Rekapitulasi bencana dalam satu tahun itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Kalak BPBA), Teuku Ahmad Dadek SH kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Selasa (1/1/2019).

Baca: 10 Bencana Alam Paling Banyak Menelan Korban Jiwa Sepanjang 2018, 2 dari Indonesia

Menurut Teuku Dadek, bencana yang tercatat sebanyak 285 kali itu terdiri atas delapan jenis. Selain banjir genangan dan banjir bandang, terjadi pula 96 kali kebakaran dengan nilai kerugian ditaksir Rp 99, 6 miliar, 57 kali kebakaran hutan dan lahan (Rp 51,7 miliar), serta 56 kali puting beliung (kerugian Rp 30,6 miliar).

Selain itu,  terjadi 18 kali longsor dengan nilai kerugian ditaksir Rp 55, miliar dan lima kali abrasi yang menimbulkan kerugian Rp 6,8 miliar, serta lima kali gempa bumi yang menyebabkan kerugian Rp 3,2 miliar.

Mencermati statistik bencana tersebut, kata Teuku Dadek, jelas terlihat bahwa kerugian  yang disebabkan oleh banjir dan banjir bandang berada di urutan pertama.

"Kedua bencana ini berkorelasi langsung secara ekologis dan hidrologis dengan tingginya laju deforestasi hutan Aceh. Apalagi dari empat kali peristiwa banjir bandang di Aceh Tenggara selalu saja ditemukan banyak kayu gelondongan yang  sudah ditebang terbawa oleh banjir bandang ke permukiman warga bahkan merusak jembatan  dan ruas jalan," kata Teuku Dadek.

Baca: Banjir Berlanjut di Aceh Tenggara, Ribuan Rumah Terendam, Dua Jembatan Putus

Perusakan lahan dan hutan juga masih terus terjadi tahun lalu melalui aksi pembakaran secara liar, sehingga menimbulkan kerugian sekitar Rp 51,7 miliar dengan kuantitas peristiwanya 57 kali.

Halaman
12
Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved