Anggota Yon Armet 17 Paru Panen Jagung di Lahan Dua Hektare

Kecamatan Bandardua dan Bandarbaru merupakan kawasan yang terluas penanaman setiap tahun. Berikutnya Meurahdua dan Panteraja.

Anggota Yon Armet 17 Paru Panen Jagung di Lahan Dua Hektare
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Yon Armet 17 Paru Panen Jagung di Lahan Dua Hektare 

Laporan Abdullah Gani I Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM.MEUREUDU - Pengembangan jagung di Pidie Jaya dalam dua tahun terakhir semakin meluas.

Bahkan pada tahun 2019 ditargetkan penanaman mencapai 2.000 hektare.

Lokasi yang menjadi sasaran utama penanaman komoditi tersebut adalah lahan kering atau di sawah yang kondisi tanahnya memungkinkan.

Kecamatan Bandardua dan Bandarbaru merupakan kawasan yang terluas penanaman setiap tahun. Berikutnya Meurahdua dan Panteraja.

Baca: Samsung Bikin Layar Ponsel yang Bisa Jadi Speaker, Ini Kehebatannya

Baca: Tanggapi Usulan Tes Baca AlQuran, BPN: Pak Prabowo Bukan Tokoh yang Pencitraan Salat di Depan Kamera

Kadis Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pijay drh Muzakkir Muhammad MM, kepada Serambinews.com, Rabu (2/1/2019) mengatakan malah di Bandarbaru, selain ditanami petani dari sejumlah gampong, komoditi tersebut juga digeluti Anggota Yon Armet 17/Komposit yang bermarkas di Paru.

Saat ini seluas dua hektare jagung di kompleks militer itu sedang berlangsung panen.

Danki Baterai Tempur B Yon Armet 17/Komposit, Lettu (Inf) B.O Siallagan kepada Serambinews,com di sela memantau prosesi panen bersama Kadistanpang Pijay, Muzakkir menyebutkan pihaknya sengaja memanfaatkan lahan kosong untuk bertani, selain untuk menambah income prajurit juga sebagai ajang olah raga.

Apalagi, jika dibiarkan kosong begitu saja, lanjut Siallagan, membuat semak lingkungan karena ditumbuhi alang-alang.

Baca: Viral Penampakan Awan Berbentuk Gelombang Tsunami di Makassar, Ada Bahaya di Balik Kemunculannya

“Dari pada mubazir, lahan ini kami tanami jagung,” imbuhnya.
Kadistanpang Pijay Muzakkir didampingi Kabid Produksi Safri mengaku senang atas prakarsa Anggota Yon Armet mengembangkan jagung.

Sebagian dari dua hektare luas tanam kini sedang dipanen.

Apalagi, jika pertumbuhan normal saja hasil komoditi tersebut tergolong lumayan yaitu rata-rata 8 ton per-hektare.
Begitu halnya harga jual Rp 4.000/kg pipilan. Pada tahun 2019 ini, Distanpang berencana menanam 2.000 hektare tersebar di sejumlah kecamatan.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved