DPRK akan Panggil Pertamina

DPRK Aceh Barat sudah menjadwalkan pekan ini memanggil Pertamina terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar

DPRK akan Panggil Pertamina
SERAMBI/RIZWAN
Kendaraan antrean mengisi solar subsidi di SPBU Kuta Padang, Meulaboh, Aceh Barat, Minggu (30/12). Dari empat SPBU di Aceh Barat hanya dua yang menjual BBM solar subsidi karena dua lagi dihentikan pasokan oleh Pertamina.SERAMBI/RIZWAN 

* Terkait Kelangkaan Solar Subsidi

MEULABOH - DPRK Aceh Barat sudah menjadwalkan pekan ini memanggil Pertamina terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang kini dikeluhkan warga.

Sanksi Pertamina kepada empat SPBU di Meulaboh memberikan dampak kepada warga yang membutuhkan solar.

Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE kepada wartawan, Selasa kemarin, mengatakan, keluhan kelangkaan solar subsidi mulai dirasakan oleh berbagai kalangan, baik petani, nelayan, dan sopir mobil penumpang dan barang. “Kami akan pertanyakan ke Pertamina dan berharap ada solusi, sehingga kelangkaan tidak berlanjut,” katanya.

Menurut Ramli SE, pemberhentian pasokan solar dengan dalih adanya pelanggaran oleh SPBU merupakan kebijakan tepat, sehingga ke depan tidak ada pihak-pihak yang bermain dengan solar yang merupakan bahan bakar disubsidi oleh pemerintah. Namun, kata dia, penyetopan sementara itu seharusnya tidak merugikan masyarakat luas.

Dia berharap Pertamina melakukan operasi pasar sementara waktu. Apalagi kelangkaan sudah dua pekan terakhir dirasakan warga. Dalam dua pekan terakhir, sopir mobil penumpang dan mobil barang harus berantrean lama di Meulaboh, karena pasokan solar subsidi juga tidak ada di kawasan Aceh Jaya.

Ketua DPRK berharap bisa duduk dengan Pertamina untuk mencarikan solusi dan akan memanggil pihak SPBU dan dinas terkait di Pemkab Aceh Barat. “Persoalan minyak merupakan hajat hidup warga. Kita juga meminta adanya peningkatan pengawasan terhadap solar subsidi oleh pemerintah, sehingga tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu,” katanya.

Dua SPBU di Meulaboh yang diberhentikan solar subsidi selama sebulan oleh Pertamina yakni SPBU Manekroo dan SPBU Pasi Pinang. Sementara dua SPBU lain yang masih melayani pengisian solar subsidi adalah SPBU Suak Raya dan SPBU Kuta Padang. Namun di dua SPBU itu hampir setiap hari terdapat antrean panjang kendaraan serta warga membeli solar subsidi, baik untuk kendaraan pribadi, dinas, maupun untuk boat melaut.

Sedangkan di Aceh Jaya yang juga diberhentikan pasokan solar subsidi sebanyak tiga SPBU. Ketiga SPBU, yakni di Calang dua unit dan di Teunom satu unit. Dampak diberhentikan solar juga dikeluhkan nelayan dan sopir L-300 dari barat-selatan Aceh tujuan ke Banda Aceh atau sebaliknya.

Desakan supaya diatasi kelangkaan solar di pantai barat Aceh juga disuarakan anggota DPR Aceh, Zaenal Abidin. “Pertamina diminta segera menggelar operasi pasar. Pemerintah Aceh juga harus menyikapi soal kelangkaan solar, sehingga tidak berlarut,” harap anggota DPRA asal Aceh Barat ini.

Nelayan tidak Melaut
Dampak solar subsidi terbatas menyebabkan nelayan di Aceh Barat banyak tidak melaut. Selain sulit memperoleh solar di SPBU, pasokan solar di SPDN (Stasiun Pengisian Diesel Nelayan) Padang Seurahet Meulaboh juga sudah lima hari tak tersedia. “Informasinya, solar akan masuk di SPDN pada 3 Januari mendatang. Banyak nelayan terpaksa menambatkan boat,” ujar Baharuddin, seorang nelayan kepada Serambi, Selasa, di Meulaboh.

Keluhan juga dikatakan sopir L-300 dari Meulaboh tujuan Banda Aceh. Selama ini mereka berantrean tidak terlalu lama, tapi kini harus menunggu lama, karena hanya dua SPBU di Meulaboh yang masih menjual solar.

Mau tidak mau sopir harus berantrean lama, karena tidak ada pilihan lain. Soalnya, dalam perjalanan dari Meulaboh-Banda Aceh juga tidak ada solar, karena di Aceh Jaya SPBU pun tidak menjual solar subsidi dengan harga Rp 5.150/liter. “Kalau solar nonsubsidi mahal, hingga Rp 10.500/liter. Harapan kami solar kembali normal,” kata Surdi, seorang sopir di Meulaboh.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved