Tim Gabungan Selamatkan Sekeluarga Asal Langsa dari Penculik, Sempat Disekap Empat Hari di Bireuen

Satu diantara tersangka yakni Abu Yan selaku otak pelaku penculikan terpaksa dilumpuhkan di kaki kirinya.

Tim Gabungan Selamatkan Sekeluarga Asal Langsa dari Penculik, Sempat Disekap Empat Hari di Bireuen
Tribunnews
Ilustrasi Penculikan 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Tim gabungan terdiri dari Subdit III Jatanras Polda Aceh, Polres Aceh Timur, Polres Bireuen, dan Polres Lhokseumawe, yang dipimpin Kompol Suwalto, Senin (31/12/2018) lalu berhasil menangkap tiga dari lima pelaku penculikan terhadap satu keluarga asal Kota Langsa.

Ketiga pelaku yang ditangkap di Gampong Cot Rusep, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireun itu, yakni Sofyan alias Abu Yan, warga Banda Aceh, Lala Sopia, dan Dika keduanya warga Kota Langsa.

Satu diantara tersangka yakni Abu Yan selaku otak pelaku penculikan terpaksa dilumpuhkan di kaki kirinya.

Baca: Kasus Penimbunan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Sakti, Polres Pidie Sita 5 Ton Urea

Baca: DKPP Nyatakan Pengaduan Abdullah Puteh terhadap KIP Aceh dan KPU tidak Dilanjutkan

“Ya kita lakukan tindakan keras kepada mereka, karena di antara mereka ada yang menggunakan senjata api laras pendek. Namun dua pelaku masih dalam pengejaran karena berhasil melarikan diri,” ungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, dan Kasat Reskrim AKP Satrio Erwin Wilogo, dalam konfrensi pers di Mapolres, Rabu (2/1/2019).

Kasus penculikan satu keluarga ini sebelumnya, jelas Kapolres, dilaporkan oleh ibu korban ke Polres Aceh Timur.

Kemudian, berdasarkan informasi itu Polres membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan dan pengembangan dan berhasil menangkap tiga dari lima tersangka.

Baca: Empat Wanita Bersaudara Warga Lhokseumawe Ini Pandai Mengaji dan Sering Jadi Juara MTQ

Baca: Listrik Padam di Pidie, Warga Kecewa karena Banyak Pekerjaan tak Bisa Diselesaikan

“Dua tersangka lagi yang masih DPO, karenanya kami imbau agar segera menyerahkan diri, apabila tidak maka akan kami lakukan tindak keras terhadap yang bersangkutan,” imbau Kapolres.

Kapolres menyebutkan kronologis penculikan itu berawal pada Rabu 26 Desember 2018 lalu.

Korban penculikan sekeluarga suami istri Irwan Syahpurtra, dan Meta Isna, serta kedua anaknya Naila Zahratul Sifa (2 tahun), M Abizar Harun (7 bulan) berpamitan kepada ibunya dan pergi ke rumah warga Gampong Alue Rambong, di Kecamatan Peureulak Kota, dengan tujuan untuk mengambil uang.

Baca: Usai Sewa Kamar Hotel dengan Pria Bangladesh di Singapura, Wanita asal Indonesia Ditemukan Tewas

Baca: Wanita Muda Ini Menyesal Telah Nikahi Pria 70 Tahun Karena Uang, Alasannya?

“Di sanalah pelaku menculik satu keluarga ini lalu dibawa menggunakan mobil Avanza ke arah Bireuen. Mereka disekap empat hari tiga malam, di sebuah gubuk di daerah pegunungan tanpa pemukiman di daerah Bireuen,” ungkap Kapolres.

Selama disekap, lanjut Kapolres, hanya suami korban yang diikat kakinya menggunakan rantai, dan diancam dilukai menggunakan senjata api, dan senjata tajam.(*) 

Penulis: Seni Hendri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved