Gara-gara Pernyataan soal Afghanistan, Presiden Donald Trump Dihujat di Twitter

Pernyataan tersebut disampaikan dalam akun Twitter pribadinya yang berbelit-belit pada Rabu kemarin dan memicu cemoohan di media sosial.

Gara-gara Pernyataan soal Afghanistan, Presiden Donald Trump Dihujat di Twitter
salon
Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya membuat kesalahan dengan 'membenarkan' keterlibatan bekas Uni Soviet di Afghanistan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam akun Twitter pribadinya yang berbelit-belit pada Rabu kemarin dan memicu cemoohan di media sosial.

Ia kemudian menegaskan pernyataannya tersebut dalam pertemuan kabinet yang dilangsungkan pada hari yang sama.

"Rusia dulunya adalah Uni Soviet. Afghanistan menjadikannya Rusia karena mereka (Soviet) bangkrut dalam pertempuran di Afghanistan," kata Trump.

"Alasan Rusia berada di Afghanistan adalah karena teroris pergi ke Rusia dan mereka benar berada di sana,".

Dikutip dari laman USA Today, Kamis (3/1/2019), bekas Uni Soviet menyerbu Afghanistan pada 1979 untuk menopang pemerintahan komunis Afghanistan yang memerangi gerilyawan antikomunis.

AS pun mengecam langkah soviet dan akhirnya membantu pasukan pemberontak.

Di bawah kepemimpinan Presiden Ronald Reagan saat itu, AS memberikan 'bekal' persenjataan, satu diantaranya adalah rudal anti-pesawat.

Karena keterlibatan AS, konflik Afghanistan menjadi 'rawa' bagi Uni Soviet dan membuat mereka menghabiskan biaya miliaran USD serta memberikan pukulan bagi reputasi Tentara Merahnya.

Itu merupakan salah satu dari banyak faktor yang menyebabkan runtuhnya Uni Soviet.

Para pakar politik tampaknya terkejut mendengar Trump menyebut tindakan Rusia adalah satu hal yang 'benar' untuk menginvasi Afghanistan dalam konflik Perang Dingin.

Menanggapi cuitan Trump di Twitter, seorang Kolumnis konservatif sekaligus Analis Politik, Jonah Goldberg mengatakan, "Saya cukup tua untuk mengingat saat dimana Presiden GOP menilai bahwa Uni Soviet benar melakukan penyerangan terhadap Afghanistan,".

Sedangkan pengamat serta pakar politik lainnya menilai Trump memiliki pemahaman yang salah tentang sejarah.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Presiden Donald Trump Dihujat di Twitter Gara-gara Pernyataan soal Afghanistan

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved