Indonesia Resmi Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Benarkah Hanya Simbolis?

Keberhasilan Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB sendiri tidak terlepas dari dukungan 144 suara dari 193 negara anggota PBB pada Juni 2018.

Indonesia Resmi Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Benarkah Hanya Simbolis?
minusma.unmissions.org
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa / PBB 

SERAMBINEWS.COM - Melalui sebuah acara simbolik berupa pencanangan bendera Merah Putih di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), maka Indonesia secara resmi telah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Dok. PTRI New York
Indonesia resmi menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB
Dok. PTRI New York - Indonesia resmi menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB ()

Baca: Dua Guru Honorer di Aceh Barat Dapat Paket Umrah dan Bedah Rumah

Baca: Ilhan Omar, Wanita Muslim Pertama yang Akan Kenakan Jilbab di Kongres AS

Hal tersebut terungkap melalui keterangan pers Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York.

Lewat pencanangan Sang Saka Mereah Putih yang berlangsung pada Kamis (3/1/2019), maka Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap DK PBB hingga 31 Desember 2020.

Keberhasilan Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB sendiri tidak terlepas dari dukungan 144 suara dari 193 negara anggota PBB pada Juni 2018.

Dengan posisi tersebut, Indonesia bersama 14 negara lainnya (AS, Inggris, Perancis, Rusia, RRT, Kuwait, Afrika Selatan, Pantai Gading, Equatorial Guinea, Jerman, Belgia, Polandia, Peru, dan Republik Dominika) akan berperan dalam merumuskan kebijakan-kebijakan krusial terkait perdamaian dan kemanan internasional.

Benarkah hanya simbolis?

Namun, seiring dengan pemberitaan Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB, muncul pula pertanyaan, apa bedanya anggota tetap dengan anggota tidak tetap?

Ekspresi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (baris tengah paling kanan, menangkupkan tangan) begitu Indonesia terpilih menjadi Angota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, Jumat (8/6/2018), dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. UN PHOTO/MANUEL ELIAS via WEBSITE KEMENLU

Baca: Gara-gara Pernyataan soal Afghanistan, Presiden Donald Trump Dihujat di Twitter

Baca: MaTA Pertanyakan Perkembangan Kasus Program Monografi Desa

Lebih jauh lagi, tak sedikit yang menganggap posisi sebagai anggota tidak tetap dalam DK PBB hanyalah posisi simbolis, tidak memiliki peran strategis. Benarkah demikian?

DK sendiri adalah salah satu organisasi utama PBB yang menonjol karena tugasnya untuk menjaga perdamaian dan kemanan internasional.

Sementara DK terdiri dari anggota tetap dan tidak tetap, keduanya memiliki perbedaan mendasar.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved